“Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.”
Roma 5:10–11
Dosa tidak hanya membuat kita bersalah. Dosa juga membuat kita menjauh dari Allah. Seperti Adam dan Hawa yang bersembunyi setelah jatuh ke dalam dosa, manusia sering kali melakukan hal yang sama. Ketika merasa bersalah, kita justru menjauh dari Pribadi yang paling kita butuhkan.
Namun melalui Kristus, jalan untuk kembali kepada Allah telah dibukakan. Kita yang dahulu jauh dapat datang mendekat. Kita yang merasa tidak layak tidak perlu terus bersembunyi di balik rasa bersalah.
Terkadang kita berpikir, “Nanti kalau hidup saya sudah lebih baik, baru saya datang kepada Tuhan.” Tetapi Injil justru mengajarkan sebaliknya. Datanglah kepada Tuhan supaya Dia menolong kita berubah. Kita tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk datang kepada-Nya.
Ketika kita jatuh, jangan menjauh.
Ketika kita gagal, jangan berhenti berdoa.
Ketika hati dipenuhi rasa bersalah, jangan melarikan diri dari Tuhan.
Justru pada saat-saat seperti itulah kita perlu datang kepada-Nya.
Melalui Kristus, kita memiliki alasan untuk kembali berharap dan bersukacita di dalam Allah. Bukan karena kita tidak pernah gagal, tetapi karena kasih Tuhan tidak berhenti ketika kita gagal.
Jangan biarkan rasa bersalah menjauhkan kita dari Tuhan; biarlah kasih Kristus membawa kita kembali kepada-Nya.
Kiranya setiap hari kita semakin berani datang kepada Tuhan, membuka hati kepada-Nya, dan membiarkan kasih-Nya memulihkan kehidupan kita.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin