“Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”
Roma 5:5
Kita mungkin pernah menaruh harapan pada sesuatu, tetapi akhirnya kecewa. Kita berharap seseorang menolong, tetapi ternyata tidak. Kita berharap suatu keadaan berubah, tetapi keadaan itu tetap sama. Bahkan kadang kita berharap Tuhan menjawab doa dengan cara tertentu, tetapi jawabannya tidak seperti yang kita bayangkan.
Karena itu, Paulus mengatakan sesuatu yang sangat kuat: “pengharapan tidak mengecewakan.”
Mengapa? Bukan karena semua yang kita harapkan pasti terjadi sesuai keinginan kita. Pengharapan Kristen tidak dibangun di atas kepastian bahwa hidup akan selalu berjalan sesuai rencana kita. Pengharapan kita dibangun di atas siapa yang kita percaya.
Percayalah bahwa Tuhan tidak meninggalkan kita.
Pengharapan yang sudah melewati ujian menjadi pengharapan yang semakin kuat. Kita mengingat bagaimana Tuhan menolong kita sebelumnya, sehingga ketika menghadapi keadaan baru, kita kembali belajar percaya kepada-Nya.
Sebab pengharapan kita bukan sekadar, “Semoga semuanya menjadi lebih baik.” Pengharapan kita berkata, “Apa pun yang terjadi, Tuhan tetap memegang hidupku.”
“Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.”
Ibrani 10:23
Kita tidak selalu tahu apa yang akan terjadi, tetapi kita tahu siapa yang memegang masa depan kita. Karena itu, tetaplah berpegang pada pengharapan, sebab Ia yang menjanjikannya adalah setia.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin