Badai terus mengamuk. Hari demi hari berlalu tanpa tanda-tanda cuaca akan membaik.
“Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami.”
Kisah Para Rasul 27:20
Inilah titik terendah dalam perjalanan itu. Para awak kapal telah berusaha melakukan segala yang mereka bisa.
Mereka telah mengurangi muatan kapal. Mereka telah bekerja siang dan malam. Namun badai tidak kunjung reda. Akhirnya, mereka kehilangan harapan.
Bukankah kita juga pernah mengalami keadaan seperti itu?
Ada saat-saat ketika pergumulan terasa begitu panjang. Kita sudah berdoa. Kita sudah berusaha. Namun keadaan tampaknya tidak berubah. Sedikit demi sedikit, harapan mulai memudar.
Yang menarik, justru ketika semua orang kehilangan harapan, Tuhan mulai menyatakan pengharapan-Nya.
Di bagian berikutnya, melalui Paulus, Tuhan menyampaikan janji bahwa tidak seorang pun akan binasa.
Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa pengharapan dari Tuhan sering kali bersinar paling terang ketika harapan manusia telah habis.
Oleh karena itu, janganlah kita mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi belajarlah bersandar sepenuhnya kepada Tuhan.
“Satu-satunya keamanan kita adalah terus-menerus tidak mempercayai diri sendiri dan bergantung kepada Kristus.”
The Faith I Live By 336.2
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin