Setelah menceritakan panggilan yang diterimanya dari Yesus, Paulus menjelaskan bagaimana ia merespons panggilan tersebut.
“Sebab itu, ya raja Agripa, kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat.”
Kisah Para Rasul 26:19
Kalimat ini singkat, tetapi mengandung pelajaran yang sangat dalam.
Paulus tidak hanya menerima terang dari Tuhan. Ia juga memilih untuk menaati terang itu.
Inilah yang membedakan Paulus dari banyak orang lainnya.
Sepanjang hidupnya, Paulus menghadapi penolakan, penganiayaan, penjara, fitnah, dan berbagai penderitaan. Namun semua itu tidak mengubah keputusannya untuk tetap setia kepada panggilan yang telah Tuhan berikan.
Ketaatan Paulus tidak bergantung pada keadaan yang nyaman.
Ia tetap taat ketika diterima maupun ditolak.
Ia tetap taat ketika bebas maupun dipenjara.
Ia tetap taat ketika jalannya mudah maupun sulit.
Sering kali tantangan terbesar dalam kehidupan rohani bukanlah mengetahui kehendak Tuhan, melainkan melakukannya.
Banyak orang berdoa meminta pimpinan Tuhan. Namun ketika Tuhan menunjukkan jalan-Nya, tidak semua orang bersedia mengikutinya.
Padahal berkat terbesar tidak terletak pada mengetahui kehendak Tuhan, tetapi pada menaati kehendak-Nya.
“Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.”
Yohanes 13:17
Hari ini, mungkin Tuhan juga sedang berbicara kepada kita melalui firman-Nya. Mungkin ada sesuatu yang perlu kita ubah, tinggalkan, atau lakukan. Jangan hanya menjadi pendengar firman. Jadilah pelaku firman. Sebab terang yang Tuhan berikan akan menjadi berkat ketika kita menaatinya.
Kiranya kita dapat berkata seperti Paulus: “Kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat.”
Selamat pagi, selamat Sabat, dan Tuhan memberkati kita semua. Amin