Setelah Festus menggantikan Feliks sebagai gubernur, para imam kepala dan pemimpin Yahudi segera mengajukan tuntutan terhadap Paulus.
Mereka meminta agar Paulus dipindahkan dari Kaisarea ke Yerusalem. Namun di balik permintaan itu, mereka telah merencanakan sesuatu yang jahat.
“Kepadanya mereka meminta suatu anugerah, yang merugikan Paulus, yaitu untuk menyuruh Paulus datang ke Yerusalem. Sebab mereka sedang membuat rencana untuk membunuh dia di tengah jalan.”
Kisah Para Rasul 25:3
Dua tahun telah berlalu sejak Paulus ditangkap. Namun kebencian orang-orang itu tidak juga padam. Mereka masih berusaha menggagalkan pekerjaan Tuhan melalui berbagai cara. Tetapi menariknya, Tuhan tetap memegang kendali.
Tanpa mengetahui rencana tersembunyi itu, Festus memutuskan bahwa Paulus harus tetap berada di Kaisarea dan perkara itu diperiksa di sana.
Keputusan yang tampaknya biasa saja itu sebenarnya menjadi alat Tuhan untuk melindungi hamba-Nya.
Kisah ini mengingatkan kita bahwa sering kali kita tidak mengetahui bahaya yang Tuhan cegah dalam hidup kita, tetapi belajarlah percaya bahwa Tuhan akan menjaga dan melindungi kita.
“TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.”
Mazmur 121:7
Banyak kali kita hanya melihat apa yang terjadi di depan mata, tetapi Tuhan melihat seluruh gambaran. Ketika keadaan tampak tidak pasti, Tuhan tetap bekerja di balik layar.
Demikian juga dengan kehidupan kita. Mungkin saat ini ada hal-hal yang tidak kita pahami.
Ada doa yang belum terjawab. Ada jalan yang terasa tertutup. Ada rencana yang tidak berjalan seperti yang kita harapkan.
Namun kita dapat percaya bahwa Tuhan tetap memimpin hidup anak-anak-Nya.
Apa yang tampak sebagai penundaan atau hambatan mungkin sebenarnya adalah perlindungan yang belum kita mengerti.
Hari ini, marilah kita belajar mempercayai Tuhan, bahkan ketika kita tidak memahami semua yang sedang terjadi.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin