Setelah mendengar berbagai tuduhan yang dilontarkan terhadap dirinya, Paulus diberi kesempatan untuk berbicara di hadapan gubernur Feliks.

Dengan tenang ia menjelaskan bahwa dirinya tidak melakukan kerusuhan seperti yang dituduhkan. Ia datang ke Yerusalem untuk beribadah dan membawa bantuan bagi bangsanya.

Di tengah pembelaannya, Paulus mengucapkan sebuah pernyataan yang sangat penting:

Perhatikan kata-kata Paulus: “aku senantiasa berusaha.”

Hati nurani yang bersih adalah pilihan yang harus dijaga setiap hari melalui hubungan dengan Tuhan.

Paulus tidak berkata bahwa ia sempurna. Ia tahu betul masa lalunya. Ia pernah menganiaya jemaat dan menentang Kristus. Namun setelah bertobat, Paulus berusaha hidup sesuai dengan terang yang telah Tuhan berikan kepadanya.

Ia ingin memiliki hati nurani yang bersih di hadapan Tuhan dan juga dengan sesama.

Saat ini Tuhan juga sedang mencari orang-orang yang jujur di hadapan-Nya—orang yang mau mengakui kesalahan, bertobat ketika jatuh, dan terus berjalan dalam kebenaran.

“Kebutuhan terbesar dunia ini adalah … manusia yang tidak dapat dibeli atau dijual, manusia yang di lubuk hatinya paling dalam bersikap tulus dan jujur, manusia yang tidak takut menyebut dosa sebagai dosa, manusia yang hati nuraninya setia pada kewajiban bagaikan jarum kompas yang selalu mengarah ke kutub, manusia yang akan membela kebenaran sekalipun langit runtuh.”

Education 57.3

Hari ini, marilah kita memeriksa hati kita sendiri.
Apakah ada dosa yang perlu diakui?
Apakah ada hubungan yang perlu dibereskan?
Apakah ada suara hati yang selama ini kita abaikan?

Kiranya setiap hari kita memiliki kerinduan yang sama seperti Paulus: hidup dengan hati nurani yang bersih di hadapan Allah dan manusia.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: