Setelah mendapat penglihatan tentang orang Makedonia, Paulus dan rekan-rekannya segera berangkat ke Filipi untuk memberitakan Injil.

Pada hari Sabat, mereka pergi ke tepi sungai, tempat orang-orang biasanya berkumpul untuk berdoa. Di sana mereka bertemu dengan beberapa perempuan, dan salah satunya bernama Lidia.

Alkitab menggambarkan Lidia sebagai seorang penjual kain ungu yang takut akan Tuhan. Ketika ia mendengarkan perkataan Paulus, terjadi sesuatu yang sangat penting.

Alkitab mencatat:

Perhatikan bahwa yang membuka hati Lidia adalah Tuhan sendiri.

Paulus memang memberitakan Injil, tetapi Tuhanlah yang bekerja menyentuh hati manusia.

Karena itu, pertobatan sejati bukan hanya soal mendengar firman, tetapi tentang hati yang mau dibukakan oleh Tuhan.

Dan ketika hati Lidia dibukakan, hidupnya berubah. Ia dan seluruh keluarganya memberi diri dibaptis, bahkan ia membuka rumahnya untuk melayani pekerjaan Tuhan.

Banyak orang bisa mendengar firman Tuhan, tetapi tidak semua mau membuka hati.

Ada hati yang keras.

Ada hati yang sibuk dengan dunia.

Ada hati yang mendengar, tetapi tidak mau berubah.

Namun hati yang rendah dan mau diajar akan dipimpin Tuhan kepada kebenaran.

Tuhan bekerja melalui hati yang mau dibentuk.

Firman Tuhan tidak pernah diberi hanya untuk didengar, tetapi untuk mengubah hidup.

Marilah kita meminta kepada Tuhan agar diberikan hati yang lembut dan peka terhadap suara-Nya.

Kiranya hati kita tidak hanya mendengar firman Tuhan, tetapi juga mau diubahkan dan dipakai bagi kemuliaan-Nya.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: