Dalam perjalanan pelayanannya, Paulus bertemu dengan seorang muda bernama Timotius. Timotius dikenal memiliki kesaksian hidup yang baik di antara jemaat, dan Paulus mengajaknya ikut dalam pelayanan.

Namun yang menarik dalam bagian ini bukan hanya tentang Timotius, melainkan tentang bagaimana Tuhan memimpin perjalanan mereka.

Alkitab mencatat bahwa Roh Kudus mencegah Paulus dan rekan-rekannya memberitakan Injil di beberapa daerah tertentu. Mereka mencoba pergi ke tempat lain, tetapi Roh tidak mengizinkan mereka (ayat 6-7).

Secara manusia, mungkin Paulus tidak langsung memahami alasan Tuhan menutup jalan itu.

Namun kemudian, pada malam hari Paulus mendapat penglihatan tentang seorang Makedonia yang berkata:

Saat itulah mereka mengerti bahwa Tuhan sedang menuntun mereka ke tempat yang telah dipersiapkan-Nya.

Hal ini mengingatkan kita bahwa sering kali kita hanya senang ketika Tuhan membuka jalan.

Tetapi melalui kisah ini, kita belajar bahwa Tuhan juga bekerja ketika Ia menutup jalan.

Ada kalanya kita kecewa karena rencana tidak berjalan seperti yang kita inginkan. Kita bertanya mengapa Tuhan tidak mengizinkan sesuatu terjadi. Padahal mungkin Tuhan sedang melindungi, mengarahkan, atau mempersiapkan jalan yang lebih baik.

Tuhan melihat jauh lebih luas daripada yang dapat kita lihat.

Karena itu, hidup bersama Tuhan berarti belajar peka terhadap pimpinan-Nya dan percaya bahwa kehendak-Nya selalu terbaik.

Marilah kita belajar menyerahkan langkah hidup kita kepada Tuhan.

Ketika Tuhan membuka jalan, bersyukurlah. Dan ketika Tuhan menutup jalan, tetaplah percaya. Sebab Tuhan tidak pernah salah dalam memimpin hidup anak-anak-Nya.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Leave a Reply

Contact Us

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus voluptatem accusantium doloremque laudantium totam reaperiam eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Type what you are searching for: