Setelah orang-orang percaya di Yerusalem memahami penjelasan Petrus, kisah berlanjut kepada tersebarnya Injil ke berbagai daerah akibat penganiayaan.
Masih ingat kisah kematian Stefanus? Baca kisahnya di pasal 7.
Setelah penganiayaan yang terjadi sesudah kematian Stefanus, banyak orang percaya tersebar ke berbagai tempat
Awalnya, mereka hanya memberitakan Injil kepada sesama orang Yahudi. Namun sesuatu yang baru mulai terjadi—beberapa dari mereka mulai memberitakan Injil kepada orang Yunani (non-Yahudi), dan hasilnya luar biasa:
“… tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan”
Kisah Para Rasul 11:21
Kabar ini sampai ke jemaat di Yerusalem, lalu mereka mengutus Barnabas ke Antiokhia.
Ketika Barnabas tiba, sikapnya sangat menarik. Ia tidak datang untuk menghakimi atau menyelidiki dengan curiga, tetapi Alkitab mencatat:
“Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia …”
Kisah Para Rasul 11:23
Barnabas melihat sesuatu yang mungkin tidak semua orang bisa lihat:
ia melihat kasih karunia Tuhan bekerja di tengah perbedaan.
Ia tidak fokus pada latar belakang mereka.
Ia tidak mempermasalahkan perbedaan budaya.
Ia melihat hati yang diubahkan oleh Tuhan.
Bahkan Barnabas mendorong mereka untuk tetap setia kepada Tuhan dengan hati yang teguh.
Melalui Barnabas, kita belajar bahwa:
Orang yang dipenuhi Roh Kudus akan melihat kasih karunia, bukan mencari kesalahan.
Mari kita belajar menjadi seperti Barnabas—yang membawa sukacita dan menguatkan iman. Sebab gereja yang bertumbuh adalah gereja yang dipenuhi kasih karunia, bukan penghakiman.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin