Surat ini ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, yaitu kota yang penuh filsafat, kebijaksanaan manusia, dan kebanggaan intelektual.
Paulus berkata bahwa ia tidak datang dengan kata-kata hikmat yang tinggi, tetapi dengan pemberitaan tentang Kristus yang disalibkan.
“… aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.”
1 Korintus 2:1-2
Di dalam pelayanan, kita tidak mengandalkan kepintaran, strategi, dan logika kita sendiri, tetapi bergantung pada kuasa Tuhan. Kadang Tuhan bekerja bukan lewat cara yang terlihat “hebat”, tapi lewat kesederhanaan dan ketaatan.
“Dalam memilih pria dan wanita untuk melayani-Nya, Tuhan tidak bertanya apakah mereka memiliki kekayaan duniawi, pengetahuan, atau kefasihan berbicara. Ia bertanya, “Apakah mereka hidup dalam kerendahan hati sedemikian rupa sehingga Aku dapat mengajari mereka jalan-Ku? Dapatkah Aku menaruh firman-Ku di bibir mereka? Akankah mereka mewakili Aku?” Tuhan dapat menggunakan setiap orang sesuai dengan kemampuan-Nya untuk menempatkan Roh-Nya ke dalam bait jiwa. Pekerjaan yang akan Ia terima adalah pekerjaan yang mencerminkan karakter-Nya.”
God’s Amazing Grace 267.6
Itulah sebabnya di ayat 5 dituliskan:
“supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.”
1 Korintus 2:5
Berdoalah pada Tuhan agar kita tidak mengandalkan hikmat kita sendiri dan mintalah Tuhan untuk membuka mata kita melalui Roh-Nya agar kita dapat mengerti kehendak Tuhan serta memiliki pikiran Kristus.
Kiranya renungan ini boleh memberkati kita semua.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin