Seri Pandanglah Burung-Burung

Pandanglah Burung-Burung Part 19

Merpati sangat erat kaitannya dengan Alkitab. Merpati dijadikan Yesus sebagai perumpamaan pula yang mengatakan “tulus seperti merpati.” Matius 10:16. 

Merpati adalah hewan yang tulus karena jika ia mendekat kepada manusia, ia tidak pernah melukai manusia, selain itu merpati juga tidak pernah berpura-pura.

Pernahkah anda memberi makan burung merpati? Lalu apa yang terjadi?

Biasanya merpati akan mendekat tanpa menunjukan sikap berpura-pura bahkan tanpa maksud yang lain. Inilah ketulusan yang bisa kita pelajari dari burung merpati.

Tuhan juga ingin agar manusia memiliki sikap yang tulus, memiliki kesungguhan, hati bersih, jujur dan tidak berpura-pura.

Sikap tulus ini sangat disarankan untuk kita miliki. Mengapa? Karena Tuhan adalah jujur, suci dan tidak pernah berpura-pura. Ia suka kepada orang yang jujur dan juga bersih kelakuannya.

“Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan; Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan; TUHAN menolong mereka dan meluputkan mereka, Ia meluputkan mereka dari tangan orang orang fasik dan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.”

Mazmur 37:37, 39-40

Apakah hari ini kita sudah “tulus seperti merpati” ?

Ingatlah janji Tuhan bahwa “Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya, sambil menjaga jalan keadilan, dan memelihara jalan orang-orang-Nya yang setia. Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik.” (Amsal 2:7-9)

Tuhan akan membantu kita agar kita tulus, jujur, tidak bercela dan hidup dalam kebenaran.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 9 (Bagian 6) – Kesabaran dan Kemurahan Allah

“Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda…

13 hours ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 5) – Siapakah Kita untuk Membantah Allah?

“Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya:…

2 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 4) – Apakah Allah Tidak Adil?

“Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati…

3 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 3) – Rencana Allah dan Pilihan-Nya

Pada bagian sebelumnya Paulus menjelaskan bahwa keturunan jasmani saja tidak otomatis menjadikan seseorang ahli waris…

4 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 2) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel…

5 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 1) – Hati yang Merindukan Keselamatan Orang Lain

“Sejak pertobatannya [Paulus], ia sangat rindu untuk menolong saudara-saudara sebangsanya agar memperoleh pemahaman yang jelas…

6 days ago