Renungan Kitab Kisah Para Rasul

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna.

Paulus memang telah tiba di Roma. Namun ia belum dibebaskan. Ia masih menjalani tahanan rumah selama dua tahun.

Secara manusia, tampaknya pelayanan Paulus telah dibatasi. Ia tidak lagi bebas mengunjungi kota-kota. Ia tidak dapat lagi melakukan perjalanan misi seperti sebelumnya.

Tetapi justru di tengah keterbatasan itu, Alkitab mencatat:

Perhatikan kalimat terakhir:

“Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa…”

Paulus memang terbelenggu, tetapi Injil tidak. Rumah tahanan itu justru menjadi tempat orang-orang datang untuk mendengar kabar keselamatan.

Apa yang tampaknya menjadi akhir pelayanan Paulus, ternyata menjadi cara Tuhan membuka kesempatan pelayanan yang baru.

Demikian pula dalam kehidupan kita. Mungkin ada keterbatasan yang tidak dapat kita hindari: Usia, Kesehatan, keadaan ekonomi, pekerjaan, atau berbagai pergumulan lainnya. Namun keterbatasan kita tidak pernah menjadi keterbatasan bagi Tuhan.

Dia tetap dapat memakai hidup kita untuk memberkati orang lain. Selama hati kita tetap terbuka bagi-Nya, selalu ada kesempatan untuk melayani.

Menariknya, Kitab Kisah Para Rasul berakhir tanpa menceritakan bagaimana akhir hidup Paulus.

Seolah-olah ingin mengingatkan kita bahwa kisah penyebaran Injil belum selesai. Pekerjaan Tuhan terus berlanjut dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Hari ini, kita adalah bagian dari kisah itu. Kita dipanggil untuk meneruskan kabar baik tentang Kristus melalui perkataan, tindakan, dan kehidupan kita.

Kiranya, apa pun keadaan kita saat ini, kita tetap memiliki keberanian untuk hidup bagi Kristus.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

6 days ago