Renungan Kitab Roma

Perenungan Roma 4 (Bagian 4) – Beriman Ketika Tidak Ada Harapan

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa janji Allah diterima melalui iman. Sekarang Paulus menunjukkan seperti apa iman itu ketika keadaan justru tampak bertentangan dengan janji Tuhan. 

Roma 4:18 berkata, “Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya ….”

Abraham sudah tua dan Sara pun sudah tidak mungkin mempunyai anak. Secara manusia, keadaan mereka tidak memberikan alasan untuk berharap. Namun Abraham tidak menjadikan keadaan sebagai dasar imannya. Ia menjadikan janji Tuhan sebagai dasar kepercayaannya. 

Menariknya, Abraham bukan berarti tidak melihat kenyataan. Ia mengetahui keadaan tubuhnya dan Sara. Tetapi kenyataan itu tidak membuatnya berhenti percaya kepada Allah. 

Roma 4:20 berkata bahwa Abraham “tidak bimbang karena ketidakpercayaan”, malah imannya semakin kuat dan ia memuliakan Allah. 

“Abraham tetap berharap meskipun segala sesuatu tampak mustahil. Secara manusiawi, tidak ada kemungkinan janji itu akan digenapi; segala sesuatu tampak bertentangan, namun imannya berpegang teguh dan bersandar pada firman Allah yang tak berubah, serta kuasa-Nya untuk menciptakan dan menghidupkan.”

Lessons on Faith 46.3

Kita pun sering menghadapi keadaan yang membuat kita bertanya, “Apakah masih ada harapan?” Mungkin jawaban doa belum terlihat, keadaan belum berubah, atau jalan di depan masih penuh ketidakpastian. 

Belajarlah dari Abraham. Iman bukan berarti kita tidak melihat kesulitan, tetapi kita memilih untuk tetap percaya kepada Tuhan di tengah kesulitan. 

Roma 4:21 memberikan alasan mengapa Abraham tetap percaya: “dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.” 

Jadi, kekuatan iman bukan terutama terletak pada seberapa kuat kita percaya, tetapi pada siapa yang kita percayai. 

Ketika tidak ada alasan untuk berharap, tetaplah percaya kepada Tuhan yang berkuasa menepati janji-Nya. 

Kiranya ketika menghadapi keadaan yang sulit, kita tidak hanya melihat besarnya masalah, tetapi mengingat bahwa Tuhan jauh lebih besar daripada masalah kita. 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 4 (Bagian 3) – Janji Diterima melalui Iman

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa Abraham menerima tanda sunat setelah ia dibenarkan melalui iman.…

1 day ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 2) – Iman Sebelum Tanda

Jika pada bagian sebelumnya kita melihat bahwa Abraham dibenarkan karena iman, sekarang Paulus melanjutkan dengan…

2 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 1) – Abraham Dibenarkan karena Iman

Setelah dalam Roma 3 Paulus menjelaskan bahwa manusia dibenarkan karena iman dan bukan karena melakukan…

3 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 6) – Hidup oleh Iman kepada Kristus

Paulus sudah menjelaskan bahwa Abraham dibenarkan karena iman, bukan karena perbuatan. Ia percaya kepada janji…

4 days ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 7) – Iman yang Meneguhkan Hukum

Setelah menjelaskan bahwa manusia dibenarkan karena iman dan bukan karena melakukan hukum Taurat, Paulus menutup…

4 days ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 6) – Tidak Ada Alasan untuk Bermegah

Setelah menjelaskan bahwa manusia dibenarkan melalui iman dan bukan karena melakukan hukum Taurat, Paulus mengajukan…

5 days ago