Renungan Kitab Roma

Perenungan Roma 6 (Bagian 3) – Manusia Lama Sudah Disalibkan

Paulus mengatakan sesuatu yang sangat penting: “manusia lama kita telah turut disalibkan.” 

Manusia lama berbicara tentang kehidupan kita sebelum Kristus menjadi pusat hidup. Kehidupan yang masih dikuasai oleh keinginan sendiri, kebiasaan dosa, ego, dan kecenderungan untuk berjalan menurut kehendak kita sendiri. 

Ketika kita datang kepada Kristus, Tuhan tidak hanya ingin mengampuni kesalahan kita. Ia juga ingin mematahkan kuasa dosa yang selama ini mengikat kita. 

Perhatikan kata Paulus: “supaya jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.” Ini berarti dosa tidak lagi harus menjadi tuan atas hidup kita. 

Mungkin kita masih menghadapi godaan. Kita masih bisa mengalami pergumulan dengan sifat buruk, kebiasaan lama, atau kelemahan tertentu. Tetapi kita tidak harus berkata, “Memang saya seperti ini, saya tidak bisa berubah.” 

Di dalam Kristus, ada pengharapan bahwa kehidupan lama tidak harus terus mengendalikan kita. 

“Diri harus mati, dan Kristus harus ditakhtakan di dalam hati sebagai segala-galanya dan di dalam segala sesuatu. Pikiran harus tertuju kepada-Nya. Dengan demikian kehidupan akan menjadi kehormatan bagi nama-Nya.”

The Upward Look, 200.6

Kadang-kadang kita ingin berubah, tetapi masih terus memberi tempat bagi hal-hal yang sama. Kita meminta Tuhan menolong, tetapi tetap mempertahankan kebiasaan yang menjauhkan kita dari-Nya. 

Karena itu, mati terhadap manusia lama berarti bersedia menyerahkan kehidupan lama kepada Kristus. Apa yang dahulu kita pelihara, sekarang harus kita lepaskan. Apa yang dahulu kita anggap biasa, sekarang kita belajar melihatnya dengan terang firman Tuhan. 

Kita tidak dipanggil untuk menjadi budak dosa seumur hidup. Di dalam Kristus, kuasa dosa tidak harus terus menguasai kita. 

Kiranya setiap hari kita semakin bersedia menyerahkan manusia lama kepada Kristus dan membiarkan Dia memimpin kehidupan kita. 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 8 (Bagian 9) – Roh Kudus Menolong dalam Kelemahan Kita

“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus…

1 hour ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 8) – Menantikan Penebusan dengan Tekun

“Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga…

1 day ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 7) – Dua Pengkhotbah

Renungan hari ini panjang. Pastikan Anda menyediakan waktu khusus untuk membaca sedikit lebih lama dari…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 6) – Penderitaan Sekarang dan Kemuliaan yang Akan Datang

“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 5) – Anak-Anak Allah

“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 4) – Mematikan Perbuatan Daging

“Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan…

5 days ago