Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa Abraham menerima tanda sunat setelah ia dibenarkan melalui iman. Sekarang Paulus melanjutkan dengan menjelaskan bahwa janji Allah kepada Abraham juga tidak diterima karena melakukan hukum, tetapi melalui iman.
Roma 4:13 berkata, “Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.”
Ini menunjukkan bahwa janji Allah bukanlah sesuatu yang dapat kita peroleh karena kemampuan atau pencapaian kita. Jika semuanya bergantung pada usaha manusia, maka iman menjadi tidak berarti.
Karena itu Roma 4:16 berkata, “Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia ….”
Perhatikan hubungan ini: iman dan kasih karunia. Kita menerima janji bukan karena kita mampu memenuhi semua syarat dengan kekuatan sendiri, tetapi karena Tuhan memberikan kasih karunia dan mengundang kita untuk percaya kepada-Nya.
Abraham belajar mempercayai Tuhan bahkan ketika ia belum melihat bagaimana janji itu akan digenapi. Demikian juga kita. Kadang kita tidak mengerti jalan Tuhan, tetapi kita dapat tetap percaya kepada Pribadi yang memegang masa depan kita.
Iman berarti percaya kepada janji Tuhan bahkan ketika kita belum melihat penggenapannya.
Mungkin hari ini ada doa yang belum terjawab, harapan yang belum terwujud, atau jalan yang belum jelas. Jangan buru-buru berpikir bahwa Tuhan telah melupakan kita. Belajarlah seperti Abraham untuk tetap percaya.
Kiranya kita memiliki iman yang tidak hanya percaya ketika semuanya terlihat jelas, tetapi tetap berpegang pada Tuhan ketika kita belum melihat jawabannya.
Selamat pagi, selamat Sabat, dan Tuhan memberkati kita semua. Amin