“Supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.”
Roma 5:21
Paulus menutup Roma 5 dengan sebuah perbandingan yang sangat kuat. Dosa membawa manusia kepada kematian, tetapi kasih karunia membawa kepada hidup kekal melalui Yesus Kristus.
Perhatikan bahwa Paulus tidak berkata bahwa kasih karunia hanya membuat kita merasa lebih baik setelah melakukan kesalahan. Kasih karunia memiliki tujuan yang lebih besar: membawa kita keluar dari kuasa dosa dan menuju kehidupan yang baru bersama Kristus.
Dosa ingin menguasai hidup kita. Dosa dapat menjadi kebiasaan, memengaruhi pikiran, perkataan, keputusan, dan akhirnya membawa kita semakin jauh dari Tuhan. Tetapi Roma 5 memberikan pengharapan: dosa bukanlah akhir dari cerita hidup kita.
Melalui Kristus, ada kuasa yang lebih besar daripada dosa. Kasih karunia tidak membiarkan kita terus hidup dalam dosa, tetapi mengundang kita untuk menerima kehidupan baru yang Tuhan tawarkan.
Karena itu, jangan melihat kasih karunia sebagai izin untuk terus berbuat dosa. Lihatlah kasih karunia sebagai tangan Tuhan yang mengangkat kita dari kehidupan lama dan menuntun kita kepada kehidupan yang baru.
Setiap hari kita mempunyai pilihan: membiarkan dosa terus menguasai hidup, atau menyerahkan hidup kepada Kristus dan membiarkan kasih karunia-Nya bekerja dalam diri kita.
Kiranya kita tidak menyia-nyiakan kasih karunia yang telah Tuhan berikan. Dan setiap hari, izinkan kasih karunia-Nya membentuk kehidupan kita.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin