Renungan Kitab Titus

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

Surat Paulus kepada Titus diawali dengan sebuah pengingat yang sangat menguatkan, yaitu Allah yang tidak pernah berdusta telah menjanjikan hidup yang kekal.

Di dunia ini kita sering dikecewakan oleh janji. Ada janji yang diucapkan dengan tulus tetapi tidak mampu ditepati. Ada pula janji yang sejak awal memang tidak pernah dimaksudkan untuk dipenuhi.

Pengalaman-pengalaman seperti ini sering kali membuat kita sulit percaya, bahkan ketika kita membaca janji-janji Tuhan di dalam Alkitab. Tetapi Paulus mengingatkan bahwa Allah berbeda dari manusia. Sifat-Nya adalah kebenaran. Apa yang keluar dari mulut-Nya pasti dapat dipercaya.

Jika Tuhan telah berjanji, maka tidak ada keadaan, waktu, atau kuasa apa pun yang dapat menggagalkan penggenapannya.

Mungkin saat ini kita sedang menunggu jawaban doa. Ada impian yang belum terwujud, pergumulan yang belum berakhir, atau keadaan yang belum berubah. Kadang muncul pertanyaan, “Apakah Tuhan masih mengingat janji-Nya?”

Titus 1 mengajak kita melihat bahwa dasar pengharapan kita bukanlah keadaan yang terlihat, melainkan karakter Allah sendiri.

Kita berharap bukan karena semuanya berjalan sesuai keinginan kita, tetapi karena kita mengenal Pribadi yang telah berjanji. Dan Dia adalah Allah yang tidak pernah berdusta.

Sering kali Tuhan tidak bekerja secepat yang kita harapkan, tetapi Dia selalu bekerja tepat pada waktu-Nya. Penantian bukan berarti Tuhan lupa. Justru dalam penantian, Tuhan sedang membentuk iman agar semakin bergantung kepada-Nya.

Karena itu, jangan lepaskan pengharapan. Peganglah janji-janji Tuhan dengan iman. Percayalah bahwa janji-Nya tidak pernah gagal, kasih-Nya tidak pernah berubah, dan pengharapan di dalam Kristus tidak akan pernah mengecewakan.

Janji Tuhan mungkin tidak datang secepat yang kita inginkan, tetapi selalu datang pada waktu yang terbaik.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 7 (Bagian 1) – Menjadi Milik Kristus

Paulus memakai gambaran ikatan pernikahan untuk menjelaskan sesuatu tentang hubungan kita dengan hukum Taurat (Roma…

1 hour ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 9) – Upah Dosa dan Karunia Allah

“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus,…

1 day ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 8) – Menghasilkan Buah

“Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang,…

2 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 7) – Pengudusan

“... Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan ...…

3 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 6) – Merdeka untuk Taat

“Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya,…

4 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 5) – Jangan Biarkan Dosa Berkuasa

“Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan…

5 days ago