Renungan Kitab Titus

Perenungan Titus 1 (Bagian 2) – Lebih Berharga daripada Jabatan

Ketika Paulus meninggalkan Titus di Pulau Kreta, ia memberikan sebuah tugas penting: menetapkan penatua-penatua di setiap kota (ayat 5).

Menariknya, Paulus tidak memulai dengan membahas kemampuan berkhotbah, kecakapan memimpin, atau kepandaian mengatur organisasi. Sebaliknya, ia lebih banyak berbicara tentang karakter.

Paulus menyebutkan bahwa seorang penatua harus hidup tidak bercacat, setia kepada pasangan, mampu memimpin keluarganya dengan baik, tidak sombong, tidak pemarah, tidak menjadi pemabuk, tidak suka bertengkar, dan tidak mencari keuntungan yang tidak jujur. Sebaliknya, ia harus suka memberi tumpangan, mencintai yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri, dan berpegang teguh pada firman Tuhan.

Mengapa karakter mendapat perhatian sebesar itu?

Karena Tuhan tahu bahwa pengaruh seseorang bukan hanya berasal dari apa yang ia katakan, tetapi dari bagaimana ia hidup. Orang mungkin bisa terpesona oleh kemampuan berbicara, tetapi mereka akan lebih mudah mempercayai kehidupan yang konsisten dengan firman Tuhan.

“Karakter yang baik lebih berharga daripada harta dunia, dan membentuk karakter adalah pekerjaan yang paling mulia yang dapat dilakukan manusia.”

Testimonies for the Church, Vol. 4, 657.1

Prinsip ini bukan hanya berlaku bagi penatua atau pendeta, tetapi juga bagi kita. Tuhan rindu melihat hati yang mau dibentuk setiap hari.

Paulus juga menekankan bahwa seorang pemimpin harus berpegang teguh pada firman yang benar (ayat 9). Artinya Karakter yang baik tidak dapat dipisahkan dari firman Tuhan. Semakin seseorang hidup dalam firman, semakin firman itu membentuk cara berpikir, berbicara, mengambil keputusan, dan memperlakukan orang lain.

Di zaman ketika penampilan sering kali lebih dihargai daripada integritas, Tuhan mengingatkan kita bahwa yang terutama bukanlah seberapa dikenal kita, melainkan seberapa setia kita. Jabatan dapat diberikan oleh manusia, tetapi karakter dibentuk oleh Tuhan melalui penyerahan hidup setiap hari.

Kiranya kita tidak hanya mengejar kemampuan, prestasi, atau pengakuan, tetapi juga mengizinkan Tuhan membentuk karakter yang semakin serupa dengan Kristus.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 8 (Bagian 12) – Allah Menuntun Kita Menuju Kemuliaan

“Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka…

10 hours ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 11) – Dibentuk Menjadi Serupa dengan Kristus

“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa…

1 day ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 10) – Allah Turut Bekerja untuk Mendatangkan Kebaikan

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 9) – Roh Kudus Menolong dalam Kelemahan Kita

“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 8) – Menantikan Penebusan dengan Tekun

“Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 7) – Dua Pengkhotbah

Renungan hari ini panjang. Pastikan Anda menyediakan waktu khusus untuk membaca sedikit lebih lama dari…

5 days ago