Renungan Kitab Titus

Perenungan Titus 1 (Bagian 3) – Waspada terhadap Ajaran yang Menyesatkan

Setelah menjelaskan karakter yang harus dimiliki oleh seorang penatua, Paulus segera mengungkapkan alasannya. Jemaat di Kreta sedang menghadapi ancaman yang serius. Bukan ancaman dari luar, melainkan dari dalam. Ada orang-orang yang mengajarkan hal-hal yang tidak sesuai dengan firman Tuhan dan menyesatkan banyak orang.

Paulus menggambarkan mereka sebagai orang yang “tidak dapat ditundukkan,” “omongnya sia-sia,” dan “menyesatkan pikiran.” Mereka pandai berbicara, tetapi perkataan mereka tidak membawa orang semakin dekat kepada Kristus. Sebaliknya, mereka justru membingungkan dan menggoyahkan iman banyak orang.

Bahkan Paulus mengatakan bahwa mereka “mengacaukan seluruh keluarga” (ayat 11). Ini menunjukkan bahwa ajaran yang salah tidak pernah berhenti pada satu orang saja. Sedikit demi sedikit, pengaruhnya dapat merusak kehidupan keluarga, memecah jemaat, dan menjauhkan orang dari kebenaran.

Yang lebih memprihatinkan, Paulus mengungkapkan bahwa mereka melakukan semuanya itu “demi keuntungan yang memalukan.” Artinya, pelayanan mereka bukan didorong oleh kasih kepada Tuhan atau kerinduan menyelamatkan jiwa, tetapi oleh kepentingan diri sendiri.

Keadaan seperti ini tidak hanya terjadi pada zaman Paulus. Di zaman sekarang pun kita dapat menemukan banyak ajaran yang terdengar menarik, tetapi tidak sesuai dengan firman Tuhan. Ada yang lebih menonjolkan kesuksesan daripada pertobatan, lebih mengejar popularitas daripada kekudusan, atau lebih mengutamakan pendapat manusia daripada kebenaran Alkitab.

Karena itu, sebagai orang percaya kita tidak boleh menerima setiap ajaran begitu saja. Firman Tuhan mengajarkan kita untuk menguji segala sesuatu dan berpegang pada yang baik.

Ukuran kebenaran bukanlah seberapa menarik suatu ajaran disampaikan atau seberapa banyak pengikutnya, melainkan apakah ajaran itu selaras dengan firman Allah.

Itulah sebabnya Paulus sebelumnya menegaskan bahwa seorang penatua harus “berpegang kepada perkataan yang benar sesuai dengan ajaran yang sehat” (ayat 9). Karena hanya ketika kita berakar dalam firman Tuhan, kita akan mampu membedakan antara kebenaran dan kesesatan.

“Pemalsuan itu akan begitu mirip dengan yang asli sehingga mustahil membedakannya kecuali melalui Kitab Suci. Dengan kesaksian Kitab Suci, setiap pernyataan dan setiap mukjizat harus diuji.”

The Great Controversy (1888 ed.), 593.1

Di tengah banyaknya suara yang bersaing memengaruhi hati dan pikiran kita, marilah kita terus membangun hubungan yang erat dengan Tuhan melalui doa dan pembelajaran firman setiap hari. Semakin kita mengenal kebenaran, semakin kecil kemungkinan kita disesatkan oleh ajaran yang kelihatannya benar, tetapi sebenarnya menjauhkan kita dari Kristus.

Selamat pagi, selamat Sabat, dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 8 (Bagian 9) – Roh Kudus Menolong dalam Kelemahan Kita

“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus…

8 hours ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 8) – Menantikan Penebusan dengan Tekun

“Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga…

1 day ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 7) – Dua Pengkhotbah

Renungan hari ini panjang. Pastikan Anda menyediakan waktu khusus untuk membaca sedikit lebih lama dari…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 6) – Penderitaan Sekarang dan Kemuliaan yang Akan Datang

“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 5) – Anak-Anak Allah

“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 4) – Mematikan Perbuatan Daging

“Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan…

5 days ago