“Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka… Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”
Roma 5:6, 8
Sering kali kita berpikir bahwa kita harus terlebih dahulu menjadi baik supaya layak dikasihi Tuhan. Kita mungkin merasa bahwa ketika hidup kita sudah berubah, doa kita sudah lebih baik, dan dosa kita sudah berkurang, barulah Tuhan mau menerima kita.
Tetapi Roma 5 menunjukkan sesuatu yang berbeda. Kristus mati bagi kita ketika kita masih berdosa.
“Ia [Kristus] dihukum karena dosa-dosa kita, yang tidak sedikit pun menjadi bagian-Nya, supaya kita dapat dibenarkan oleh kebenaran-Nya, yang tidak sedikit pun menjadi bagian kita. Ia mengalami kematian yang seharusnya menjadi milik kita, supaya kita menerima kehidupan yang menjadi milik-Nya.”
The Desire of Ages 25.2
Ketika kita memahami kasih seperti ini, respons kita seharusnya bukan semakin nyaman dengan dosa, tetapi semakin rindu untuk meninggalkannya.
Kita tidak berubah supaya Tuhan mengasihi kita. Kita berubah karena terlebih dahulu menyadari bahwa Tuhan telah mengasihi kita.
Karena itu, jangan pernah merasa bahwa dosa kita terlalu besar sehingga Tuhan tidak mau menerima kita. Datanglah kepada Kristus sebagaimana adanya. Salib adalah bukti bahwa kasih-Nya telah lebih dahulu mencari kita.
Kiranya kasih Kristus di kayu salib melembutkan hati kita, membawa kita kepada pertobatan, dan menolong kita hidup semakin dekat dengan-Nya.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin