“Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.”
Roma 5:19
Paulus kembali membandingkan Adam dan Kristus. Ketidaktaatan Adam membawa manusia ke dalam dosa, tetapi ketaatan Kristus membuka jalan kepada pembenaran.
Yesus tidak hanya datang untuk mengajarkan manusia bagaimana hidup yang benar. Ia sendiri menjalani kehidupan yang sepenuhnya taat kepada kehendak Bapa. Bahkan ketika harus menghadapi penderitaan dan salib, Yesus tetap memilih untuk melakukan kehendak Allah.
Yesus memberikan teladan yang sempurna. Ia berkata, “… bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” (Lukas 22:42).
Karena itu, kehidupan Kristen bukan hanya tentang mengetahui apa yang benar. Kita dipanggil untuk memilih melakukan apa yang benar, bahkan ketika pilihan itu tidak mudah.
Kita mungkin tidak selalu memahami mengapa Tuhan mengizinkan sesuatu terjadi. Tetapi kita dapat belajar seperti Kristus: tetap percaya, tetap menyerahkan kehendak kepada Bapa, dan tetap memilih untuk taat.
Kiranya kita belajar setiap hari untuk menyerahkan kehendak kita kepada Tuhan. Bukan karena kita selalu kuat, tetapi karena kita percaya bahwa jalan Tuhan adalah yang terbaik.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin