Perenungan Yeremia 29 – Penuh Harapan

7 months ago

Dalam pasal ini, Yeremia menuliskan surat kepada orang-orang Yehuda yang diasingkan ke Babel. Mereka sedang berada dalam situasi sulit (jauh…

Perenungan Yeremia 28 – Nubuat

7 months ago

Pasal ini menceritakan pertentangan antara nabi Yeremia dengan Hananya, seorang nabi palsu. Hananya menyampaikan nubuat/pesan yang menyenangkan dan sangat diinginkan…

Perenungan Yeremia 27 – Mengapa Nebukadnezar Disebut Hamba-Ku?

7 months ago

“Dan sekarang, Aku menyerahkan segala negeri ini ke dalam tangan hamba-Ku, yakni Nebukadnezar, raja Babel; juga binatang di padang telah…

Perenungan Yeremia 26 – Kesempatan

8 months ago

Yeremia diperintahkan Tuhan untuk berdiri di pelataran rumah TUHAN dan menyampaikan firman bahwa jika umat tidak bertobat, “maka Aku akan…

Perenungan Yeremia 25 – Bertobatlah

8 months ago

Yeremia memulai dengan mengingatkan bangsa itu tentang kesetiaannya selama 23 tahun. "Sejak dari tahun yang ketiga belas pemerintahan Yosia bin…

Perenungan Yeremia 24 – Dua Keranjang Buah Ara

8 months ago

Pasal ini mencatat mengenai Yeremia yang mendapat penglihatan tentang dua keranjang buah ara: keranjang pertama berisi buah ara yang baik…

Perenungan Yeremia 23 – Gembala dan Kawanan Domba

8 months ago

"Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!" -- demikianlah firman TUHAN.” Yeremia 23:1 Kata “celakalah” sering…

Perenungan Yeremia 22 – Menghabiskan Waktu untuk Kesenangan Pribadi

8 months ago

Hari ini saya tertarik membahas mengenai Yoyakim (baca ayat 13-19) khususnya ayat 13-17. “Celakalah dia yang membangun istananya berdasarkan ketidakadilan…

Perenungan Yeremia 21 – Hidup adalah Pilihan

8 months ago

“Tetapi kepada bangsa ini haruslah kaukatakan: Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku menghadapkan kepada kamu jalan kehidupan dan jalan kematian.” Yeremia…

Perenungan Yeremia 20 – Suaranya Tidak dapat Dibungkam

8 months ago

Pernahkah kita berpikir untuk tidak menyampaikan kebenaran karena hasilnya malah menderita? Jika pernah, mari kita baca renungan hari ini dan…