Renungan Kitab Amos

Perenungan Amos 9 – Pembajak dan Penuai

Ungkapan “pembajak akan tepat menyusul penuai” menunjukkan bahwa panen akan begitu berlimpah dan terus-menerus, sampai waktu menanam dan menuai hampir bersamaan.

Dalam kehidupan normal, ada musim yang jelas: musim membajak, menabur, menunggu, menuai, dan kemudian mengirik. Ada jeda dan kerja keras antara setiap tahap.

Bayangkan sebuah ladang di mana penuai masih menuai gandum di satu ujung, sementara di ujung lainnya, pembajak sudah mulai membajak untuk menabur benih musim berikutnya. Ini menggambarkan tanah yang begitu subur dan menghasilkan sehingga musim tanam dan panen saling tumpang-tindih tanpa henti. Kelimpahan itu begitu cepat dan berkelanjutan.

“… ribuan orang pada saat-saat terakhir akan melihat dan mengakui kebenaran.”

Selected Messages Book 2, 16.1

“Pertobatan kepada kebenaran ini akan terjadi dengan kecepatan yang akan mengejutkan gereja, dan nama Allah saja yang akan dimuliakan.”

Selected Messages Book 2, 16.3

Jadi, percayalah akan ada waktunya pertobatan terjadi dengan sangat cepat dan kita harus tetap setia untuk menabur Injil kebenaran saat ini. Jangan pernah lelah.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

7 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

5 days ago