Renungan Kitab Roma

Perenungan Roma 5 (Bagian 4) – Bermegah dalam Pengharapan

Setelah mengatakan bahwa melalui Kristus kita memperoleh jalan masuk kepada kasih karunia, Paulus melanjutkan dalam Roma 5:2: “… dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.” 

Kata “bermegah” mungkin terdengar aneh. Mengapa orang percaya dapat bermegah? Bukankah kita justru harus rendah hati di hadapan Tuhan? 

Paulus tidak sedang berbicara tentang membanggakan diri. Kita tidak memiliki alasan untuk bermegah atas kebaikan atau pencapaian kita. Yang dimaksud adalah bersukacita dan memiliki keyakinan karena pengharapan yang Tuhan berikan. 

Pengharapan Kristen bukan sekadar keinginan seperti, “Semoga semuanya menjadi lebih baik.” Pengharapan kita memiliki dasar yang pasti: janji Allah. 

“Pengharapan yang sejati tidak datang dari perasaan … pengharapan itu datang melalui kasih karunia, melalui Kitab Suci, dan melalui pengalaman.”

General Conference Bulletin February 6, 1895, page 38.5

Paulus berbicara tentang “kemuliaan Allah.” Artinya, kehidupan orang percaya tidak berhenti pada keadaan kita sekarang. Tuhan sedang membawa kita menuju sesuatu yang jauh lebih besar—kepada kehidupan yang dipulihkan dan kemuliaan bersama-Nya. 

Karena itu, kita tidak perlu membiarkan keadaan hari ini menentukan seluruh cara kita memandang masa depan. 

Mungkin hari ini kita sedang kecewa. Mungkin ada doa yang belum terjawab, rencana yang gagal, atau keadaan yang belum berubah. Tetapi kehidupan kita tidak berakhir pada apa yang sedang kita lihat sekarang. Ada pengharapan yang lebih besar. 

Pengharapan membuat kita mampu berkata, “Saya belum melihat semuanya, tetapi saya percaya kepada Tuhan yang memegang masa depan saya.” 

Itulah sebabnya orang percaya dapat tetap bersukacita. Bukan karena hidup selalu mudah, tetapi karena kita memiliki tujuan yang lebih besar daripada kehidupan sekarang. 

Kiranya kita tidak hanya memandang apa yang sedang terjadi di depan mata, tetapi juga mengingat janji Tuhan tentang masa depan. Biarlah pengharapan itu menguatkan kita untuk tetap setia menjalani setiap langkah bersama-Nya. 

Selamat pagi, selamat Sabat, dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 6 (Bagian 8) – Menghasilkan Buah

“Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang,…

8 hours ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 7) – Pengudusan

“... Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan ...…

1 day ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 6) – Merdeka untuk Taat

“Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya,…

2 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 5) – Jangan Biarkan Dosa Berkuasa

“Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan…

3 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 4) – Hidup bagi Allah dalam Kristus

“Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan…

4 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 3) – Manusia Lama Sudah Disalibkan

“Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang…

5 days ago