Renungan Kitab Roma

Perenungan Roma 5 (Bagian 6) – Kesengsaraan, Ketekunan, dan Tahan Uji

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa kesengsaraan dapat menghasilkan ketekunan. Tetapi Paulus melanjutkan satu langkah lagi: ketekunan menghasilkan tahan uji. 

Apa artinya tahan uji? Ketika kita terus berjalan bersama Tuhan melewati berbagai keadaan, iman kita tidak lagi hanya menjadi sesuatu yang kita katakan. Iman mulai teruji dalam kehidupan nyata. 

Kita mungkin pernah berdoa agar Tuhan mengubah suatu keadaan. Namun ketika keadaan itu belum berubah, kita belajar tetap percaya. Kita pernah mengalami kegagalan, tetapi kita belajar bangkit dan kembali kepada Tuhan. Kita pernah tidak memahami apa yang sedang terjadi, tetapi memilih untuk tetap memegang janji-Nya. 

Setiap pengalaman seperti itu membentuk sesuatu di dalam diri kita. 

Iman yang pernah diuji menjadi iman yang memiliki pengalaman. 

“Pengalaman yang diperoleh dalam tungku pencobaan dan penderitaan lebih berharga daripada semua ketidaknyamanan dan pengalaman menyakitkan yang harus kita lalui.”

This Day With God 306.2

Karena itu, jangan selalu melihat ujian sebagai tanda bahwa Tuhan jauh dari kita. Bisa jadi, melalui ujian itu Tuhan sedang membangun karakter dan iman yang lebih kuat. Kita belajar bukan hanya mengetahui bahwa Tuhan setia, tetapi mengalami sendiri kesetiaan-Nya. 

Pengalaman itu penting. Sebab ketika ujian berikutnya datang, kita dapat melihat kembali bagaimana Tuhan telah menolong kita sebelumnya. Kita berkata, “Aku pernah melewati masa sulit bersama Tuhan, dan Dia tidak meninggalkanku. Karena itu, aku dapat mempercayai-Nya lagi.” 

Inilah proses yang Paulus tunjukkan: kesengsaraan menghasilkan ketekunan, ketekunan menghasilkan tahan uji, dan tahan uji menghasilkan pengharapan. 

Jadi, jangan sia-siakan pengalaman sulit yang sedang kita lalui. Mungkin kita belum memahami semuanya sekarang, tetapi Tuhan dapat menggunakannya untuk membangun iman yang semakin matang. 

Ujian yang dilewati bersama Tuhan menjadi pengalaman yang memperkuat iman. 

Kiranya setiap pengalaman dalam hidup, baik yang mudah maupun yang sulit, membawa kita semakin mengenal Tuhan dan semakin yakin bahwa Dia dapat dipercaya. 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 5 (Bagian 5) – Bermegah dalam Kesengsaraan

“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu,…

1 day ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 4) – Bermegah dalam Pengharapan

Setelah mengatakan bahwa melalui Kristus kita memperoleh jalan masuk kepada kasih karunia, Paulus melanjutkan dalam…

2 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 3) – Jalan Masuk kepada Kasih Karunia

Setelah menjelaskan bahwa kita memiliki damai dengan Allah melalui Yesus Kristus, Paulus melanjutkan dalam Roma…

3 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 2) – Damai dengan Allah

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa kita dibenarkan karena iman. Sekarang Paulus melanjutkan dengan menunjukkan…

4 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 1) – Dibenarkan karena Iman

Setelah menjelaskan tentang iman Abraham dalam Roma 4, Paulus melanjutkan dengan sebuah kesimpulan penting dalam…

5 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 6) – Hidup oleh Iman kepada Kristus

Paulus sudah menjelaskan bahwa Abraham dibenarkan karena iman, bukan karena perbuatan. Ia percaya kepada janji…

6 days ago