Setelah pemberitaan Paulus di Antiokhia Pisidia, banyak orang tertarik mendengarkan firman Tuhan. Bahkan pada hari Sabat berikutnya, hampir seluruh kota datang berkumpul untuk mendengar Injil.
Namun ketika melihat banyak orang datang, sebagian orang Yahudi menjadi iri hati. Mereka mulai menentang perkataan Paulus dan menghujatnya.
Di tengah penolakan itu, Paulus dan Barnabas berkata dengan berani:
“Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.”
Kisah Para Rasul 13:46
Lalu Alkitab mencatat bahwa bangsa-bangsa lain bersukacita ketika mendengar kabar keselamatan itu (ayat 48).
Meskipun menghadapi penolakan dan penganiayaan, Paulus dan Barnabas tidak berhenti melayani. Mereka tetap melanjutkan pekerjaan Tuhan. Orang yang dipanggil Tuhan akan tetap melangkah meski menghadapi penolakan.
Dan pasal ini ditutup dengan satu kalimat yang sangat indah:
“Dan murid-murid di Antiokhia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus.”
Kisah Para Rasul 13:52
Dari sini kita belajar bahwa tidak semua orang akan menerima kebenaran dengan terbuka.
Kadang ketika kita hidup benar, kita bisa disalahpahami.
Kadang ketika kita menyampaikan kebenaran, kita justru ditolak.
Namun penolakan manusia tidak dapat menghentikan pekerjaan Tuhan.
Kisah ini mengajarkan bahwa sukacita sejati tidak bergantung pada keadaan, tetapi pada hubungan kita dengan Tuhan.
Marilah kita tetap setia mengikuti Tuhan, sekalipun tidak semua orang menerima atau memahami jalan yang kita tempuh. Sebab ketika kita berjalan bersama Tuhan, Ia sanggup memenuhi hati kita dengan sukacita dan kekuatan untuk tetap melangkah.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin