Renungan Kitab Kisah Para Rasul

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 3) – Jangan Menyia-nyiakan Kesempatan

Setelah tiba di Antiokhia Pisidia, Paulus dan Barnabas masuk ke rumah ibadah pada hari Sabat. Di sana Paulus berdiri dan mulai menyampaikan firman Tuhan.

Ia menjelaskan bagaimana Tuhan memimpin bangsa Israel sejak dahulu, lalu mengarahkan perhatian kepada Yesus Kristus sebagai Juru selamat yang dijanjikan.

Banyak orang tersentuh oleh pemberitaan itu. Bahkan setelah ibadah selesai, “… mereka diminta untuk berbicara tentang pokok itu pula pada hari Sabat berikutnya.” (Kisah Para Rasul 13:42)

Namun ketika orang banyak mulai datang mendengarkan Paulus, sebagian pemimpin Yahudi menjadi iri hati (ayat 45). Mereka mulai menentang dan menghujat pemberitaan Injil.

Di sinilah kita melihat sebuah pelajaran penting:

Respons hati menentukan apakah firman Tuhan akan membawa perubahan atau justru ditolak.

Ada orang yang membuka hati dan menerima kebenaran, tetapi ada juga yang menolak karena iri hati dan keras hati.

Sampai hari ini, firman Tuhan masih terus disampaikan. Namun tidak semua orang merespons dengan hati yang terbuka.

Kadang kita mendengar firman hanya sebagai pengetahuan.

Kadang kita menolak teguran karena tidak sesuai dengan keinginan kita.

Padahal setiap kesempatan mendengar firman Tuhan adalah kesempatan untuk diubahkan. Jangan menyia-nyiakan kesempatan itu. Jangan sampai hati kita menjadi terlalu keras untuk mendengar suara Tuhan.

Marilah kita belajar memiliki hati yang lapar akan firman Tuhan dan siap menerima kebenaran-Nya dengan rendah hati. Sebab firman Tuhan bukan hanya untuk didengar, tetapi untuk mengubah hidup kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

11 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

5 days ago