Setelah peristiwa anak-anak Skewa dan semakin banyak orang menyaksikan kuasa Tuhan bekerja di Efesus, terjadilah sesuatu yang luar biasa.
“Banyak juga di antara mereka, yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum bahwa mereka pernah melakukan praktek-praktek sihir.”
Kisah Para Rasul 19:18
Mereka yang sebelumnya terlibat dalam berbagai praktik okultisme tidak hanya mengaku dosa mereka, tetapi juga mengambil langkah nyata untuk meninggalkan kehidupan lama.
“Banyak di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan semua orang.”
Kisah Para Rasul 19:19
Peristiwa ini menunjukkan bahwa pertobatan sejati selalu menghasilkan perubahan yang nyata.
Orang-orang itu tidak berusaha menyimpan sebagian kehidupan lama mereka. Mereka tidak mencari jalan tengah antara mengikuti Tuhan dan mempertahankan praktik-praktik yang bertentangan dengan kehendak-Nya.
Mereka rela melepaskan sesuatu yang bernilai besar demi mengikuti kebenaran yang telah mereka terima.
Mungkin kita tidak memiliki buku-buku sihir seperti orang-orang di Efesus. Namun setiap orang memiliki sesuatu yang dapat menghalangi hubungan dengan Tuhan. Bisa berupa kebiasaan yang salah, hiburan yang menjauhkan kita dari Tuhan, dosa yang dipelihara, atau hal-hal yang terus menguasai hati kita.
Sering kali kita ingin mengikuti Tuhan tanpa benar-benar melepaskan apa yang mengikat kita kepada dunia. Tetapi kisah di Efesus mengajarkan bahwa pertobatan sejati menuntut keberanian untuk meninggalkan apa yang tidak berkenan kepada Tuhan.
Oleh karena itu, jika ada sesuatu yang menghalangi hubungan kita dengan-Nya, kiranya Tuhan memberi keberanian untuk melepaskannya. Biarlah kita bisa meninggalkan kehidupan lama dan berjalan bersama-Nya setiap hari.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin