Kemarin kita sudah membahas “Mengapa engkau menganiaya Aku?” dan hari ini kita akan membahas ungkapan selanjutnya.
“Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: ‘Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang.’”
Kisah Para Rasul 26:14
Apa maksudnya “Sukar bagimu menendang ke galah rangsang”?
Pada zaman itu, galah rangsang adalah tongkat yang ujungnya runcing dan digunakan untuk mengarahkan lembu yang sedang membajak.
Jika lembu itu menolak arahan dan menendang galah tersebut, yang terluka justru dirinya sendiri. Semakin keras ia melawan, semakin besar rasa sakit yang ia alami.
Melalui ilustrasi ini, Yesus menunjukkan apa yang sedang terjadi dalam kehidupan Paulus.
Selama ini Paulus berpikir bahwa ia sedang melakukan kehendak Tuhan. Namun sebenarnya ia sedang melawan pekerjaan Roh Kudus yang berusaha menyentuh hatinya.
Mungkin sejak kematian Stefanus, sejak melihat keberanian para pengikut Kristus, atau melalui berbagai cara lainnya, Tuhan telah berbicara kepada hati Paulus. Tetapi Paulus terus menolak.
Ia melawan keyakinan yang mulai muncul dalam hatinya. Ia berusaha mempertahankan pandangannya sendiri. Namun semakin ia melawan, semakin besar pergumulan yang terjadi di dalam dirinya.
Semakin kita melawan pimpinan Tuhan, semakin sulit perjalanan kita.
Bukankah hal yang sama juga dapat terjadi dalam kehidupan kita?
Kadang-kadang Tuhan menunjukkan sesuatu yang perlu diubah. Mungkin sebuah kebiasaan, sikap, hubungan, atau keputusan yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya.
Roh Kudus berbicara kepada hati kita melalui firman Tuhan, khotbah, renungan, atau suara hati nurani.
Lalu kita diperhadapkan pada sebuah pilihan: Apakah kita akan menyerah kepada pimpinan Tuhan, atau terus melawan-Nya?
Ketika kita memilih melawan, kita akan menyakiti diri sendiri. Kita akan kehilangan damai sejahtera, sukacita, dan berkat yang ingin Tuhan berikan.
Sebaliknya, ketika kita berserah kepada pimpinan-Nya, kita menemukan bahwa kehendak Tuhan selalu lebih baik daripada kehendak kita sendiri.
Paulus akhirnya berhenti melawan dan menyerahkan hidupnya kepada Kristus. Keputusan itu mengubah seluruh arah hidupnya.
Hari ini, adakah area dalam hidup kita yang sedang Tuhan sentuh? Adakah suara Roh Kudus yang selama ini kita abaikan? Jangan menunggu sampai pergumulan itu semakin berat.
Ketika Tuhan memimpin, respons terbaik adalah ketaatan. Jangan melawan ketika Dia menuntun. Jangan mengeraskan hati ketika Dia menegur.
Sebab jalan yang paling aman dan paling membahagiakan adalah jalan yang dipimpin oleh Kristus.
Berserah kepada Tuhan selalu lebih baik daripada mempertahankan kehendak sendiri.
Kiranya kita memiliki hati yang lembut untuk mendengar dan taat kepada suara Tuhan.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin