Tuhan tidak memanggil Paulus hanya untuk mengubah hidupnya. Tuhan juga memanggilnya untuk sebuah misi.
“Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti.”
Kisah Para Rasul 26:16
Perjumpaan Paulus dengan Kristus bukan sekadar pengalaman rohani yang mengesankan.
Tuhan memanggil Paulus untuk sebuah tujuan.
Dahulu Paulus memakai hidupnya untuk melawan Kristus. Sekarang Tuhan memanggilnya untuk menjadi pelayan dan saksi bagi Kristus.
Ia tidak hanya membebaskan kita dari dosa, tetapi mengundang kita untuk mengambil bagian dalam pekerjaan-Nya.
Setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi saksi. Kita bisa bersaksi melalui perkataan, sikap, pilihan hidup, dan cara kita memperlakukan orang lain.
“Ini adalah tanggung jawab yang tidak dapat kita lepaskan dari diri kita. Perkataan, perbuatan, cara berpakaian, sikap, bahkan ekspresi wajah kita, semuanya memiliki pengaruh.”
Christ’s Object Lessons 339.4
Oleh karena itu, marilah kita hidup sedemikian rupa sehingga orang lain dapat melihat Kristus melalui diri kita. Sebab kesaksian yang paling kuat sering kali bukan apa yang kita ucapkan, melainkan bagaimana kita hidup.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin