Pasal ini menceritakan kisah bagaimana orang Gibeon menipu Yosua dan Israel. Dengan memakai pakaian yang compang-camping, membawa roti yang sudah kering dan botol anggur rusak, serta cerita perjalanan panjang, mereka berusaha mendapatkan perjanjian damai, padahal mereka adalah penduduk asli Kanaan yang seharusnya ditaklukkan.
Ketika orang Gibeon meminta Yosua dan orang Israel untuk mendapatkan perjanjian damai, apa respons yang diberikan?
“Lalu orang-orang Israel mengambil bekal orang-orang itu, tetapi tidak meminta keputusan TUHAN. Maka Yosua mengadakan persahabatan dengan mereka dan mengikat perjanjian dengan mereka, bahwa ia akan membiarkan mereka hidup; dan para pemimpin umat itu bersumpah kepada mereka.”
Yosua 9:14-15
Jadi, Yosua dan para pemimpin Israel tidak meminta petunjuk Tuhan sebelum membuat perjanjian dengan bangsa Gibeon. Mereka hanya melihat bukti fisik yang disajikan oleh bangsa Gibeon dan membuat keputusan berdasarkan penilaian mereka sendiri.
Dari kisah ini, ada banyak hal yang kita bisa pelajari, tetapi kami hanya membagi dua pelajaran penting.
“Jadi, sebelum mengambil keputusan penting apa pun, luangkan waktu untuk berdoa dan meminta pertolongan Tuhan. Ia mengetahui apa yang tidak kita ketahui, dan Ia melihat gambaran besar. Ia tahu apa yang terbaik bagi kita dan kita dapat mempercayai bimbingan-Nya. Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya.”
Counsels on Mental Health 61.2
Kiranya renungan ini boleh memberkati kita semua.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin