Renungan Kitab Yosua

Perenungan Yosua 10 – Tekun Berdoa

Ada satu kisah yang menarik di pasal ini, yaitu Yosua yang berdoa dengan iman luar biasa meminta “Matahari, berhentilah…” Dan Tuhan mendengar doa itu (ayat 12-14).

Apa doanya? “… ‘Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!’” (Yosua 10:12)

Dan apakah doa itu dijawab? Ya! Tuhan menyetujuinya sehingga terjadilah seperti yang diminta oleh Yosua.

Mengapa Yosua berdoa demikian? Apakah doa ini adalah doa yang sombong?

“Roh Allah mengilhamkan doa Yosua, agar bukti kuasa Allah Israel kembali dinyatakan. Oleh karena itu, permohonan itu tidak menunjukkan sikap sombong dari sang pemimpin besar.”

Patriarchs and Prophets 509.1

Jadi, Yosua berdoa seperti itu karena diilhami Roh Allah dan tujuannya untuk membuktikan kembali kuasa Allah Israel, sehingga permintaan ini tidak menunjukkan sikap sombong.

“Rahasia kesuksesan adalah penyatuan kuasa ilahi dengan usaha manusia. Mereka yang mencapai hasil terbesar adalah mereka yang bersandar sepenuhnya pada Lengan Yang Mahakuasa.”

Patriarchs and Prophets 509.1

“Orang yang memerintahkan, ‘Matahari, berhentilah di atas Gibeon; dan engkau, Bulan, di lembah Ayalon,’ adalah orang yang selama berjam-jam bersujud di tanah dalam doa di perkemahan Gilgal. Orang yang tekun berdoa adalah orang yang penuh kuasa.”

Patriarchs and Prophets 509.1

Dari sini kita diingatkan pentingnya bersungguh-sungguh dan tekun dalam doa serta bersandar sepenuhnya kepada Tuhan. Percayalah bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Ingatlah juga bahwa rahasia kesuksesan adalah penyatuan dari kuasa ilahi dan usaha manusia.

Kiranya renungan ini boleh menguatkan kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

14 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

6 days ago