Renungan Kitab Roma

Perenungan Roma 1 (Bagian 4) – Menukar Kebenaran dengan Kebohongan

Setelah menjelaskan bagaimana manusia menolak Allah, Paulus menunjukkan akibat yang terjadi ketika manusia memilih untuk meninggalkan Penciptanya. Ia berkata, “Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya ….” (Roma 1:25) 

Ayat ini menunjukkan bahwa manusia tidak pernah benar-benar berhenti menyembah. Ketika seseorang tidak lagi menyembah Allah, ia akan cenderung memberikan tempat yang seharusnya milik Allah kepada sesuatu yang lain. Manusia dapat mulai mengagungkan harta, kesuksesan, kekuasaan, kesenangan, pekerjaan, bahkan dirinya sendiri. 

Masalahnya bukan hanya apa yang kita sembah, tetapi juga apa yang kita tempatkan di  posisi paling utama dalam hidup kita.

Paulus mengatakan bahwa mereka “menggantikan kebenaran Allah dengan dusta.” Sebuah pertukaran telah terjadi. Kebenaran ditinggalkan, lalu sesuatu yang salah diterima sebagai kebenaran. Yang diciptakan ditempatkan lebih tinggi daripada Sang Pencipta. 

Hal seperti ini dapat terjadi secara perlahan dalam kehidupan kita. Kita mungkin tidak pernah berkata bahwa kita menolak Allah, tetapi pilihan-pilihan kita dapat menunjukkan bahwa ada sesuatu yang mulai mengambil tempat-Nya. 

Ketika kesuksesan menjadi lebih penting daripada kesetiaan, ketika kenyamanan lebih penting daripada ketaatan, atau ketika keinginan pribadi lebih kuat daripada kehendak Tuhan, kita sedang berada dalam bahaya menukar kebenaran dengan sesuatu yang lain.

Karena itu, kita perlu berhati-hati terhadap apa yang mulai mendapatkan tempat terbesar dalam hati kita. 

Apa yang terus-menerus kita pikirkan, kejar, dan prioritaskan sering kali menunjukkan apa yang sebenarnya kita anggap paling berharga.

Allah tidak ingin menjadi salah satu bagian dari kehidupan kita. Ia ingin menjadi Pusat kehidupan kita. Sebab hanya ketika Sang Pencipta berada di tempat yang benar, segala sesuatu yang lain juga dapat ditempatkan pada tempat yang benar. 

Pertanyaan bagi kita semua adalah “Apa yang saat ini paling saya kejar dalam hidup? Apakah Allah masih menjadi yang terutama, atau ada sesuatu yang perlahan-lahan telah mengambil tempat-Nya?” Jawablah itu dalam hati kita masing-masing. 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 6 (Bagian 9) – Upah Dosa dan Karunia Allah

“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus,…

24 hours ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 8) – Menghasilkan Buah

“Dan buah apakah yang kamu petik dari padanya? Semuanya itu menyebabkan kamu merasa malu sekarang,…

2 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 7) – Pengudusan

“... Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan ...…

3 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 6) – Merdeka untuk Taat

“Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya,…

4 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 5) – Jangan Biarkan Dosa Berkuasa

“Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan…

5 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 4) – Hidup bagi Allah dalam Kristus

“Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan…

6 days ago