Renungan Kitab Yesaya

Perenungan Yesaya 49 – Penyangkalan Diri Ditolak

Tuhan ingin agar kita menjadi terang. Tak heran kitab Matius mencatat, “Kamu adalah terang dunia….” (Matius 5:14)

Kita menjadi terang untuk menerangi kegelapan di dunia ini. Anggaplah kegelapan ini adalah ketidaktahuan orang akan kebenaran, maka kita perlu menjadi terang. Ketika kita menjadi terang, maka kita akan memberitahu kepada mereka mengenai kebenaran. Ada dosa-dosa yang mungkin harus diberitahukan kepada mereka yang belum tahu.

Ketika ada dosa yang dilakukan, kita harus beritahu kepada mereka karena kita harus menjadi anak-anak terang. Itulah sebabnya ada nasihat yang diberikan oleh Alkitab kepada kita. Mari kita baca ayatnya di bawah ini:

Telanjangi perbuatan-perbuatan itu, artinya kita harus bongkar atau beritahu bahwa itu salah atau dosa. Mungkin tidak ada yang tahu atau tidak terlihat bahwa itu dosa karena gelap, itulah sebabnya perlu terang agar orang bisa melihat dengan lebih jelas.

Mungkin ada banyak orang yang tidak suka dan menolak ketika kita menuntut penyangkalan diri dan memberitahukan tentang kebenaran dan juga menyatakan dosa. Tetapi ingatlah untuk tetap memberitakan kebenaran kepada banyak orang.

“Semua peringatan harus diberikan. Kebenaran, kebenaran Alkitab, harus diberitakan … Semua mungkin tidak ingin mendengarnya. Banyak orang menentang segala sesuatu yang menuntut penyangkalan diri…. banyak orang akan menolak ketaatan karena kebenaran melibatkan penyangkalan diri dan pengorbanan diri.”

This Day With God 179.4

Marilah kita menjadi terang di mana pun kita berada dan tetap setia dalam menyampaikan kebenaran Firman Tuhan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

15 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

6 days ago