Renungan Kitab Yeremia

Perenungan Yeremia 30 – Menyertai Kita

Pasal-pasal sebelumnya dicatatkan mengenai Yeremia, “Nabi itu sendiri telah meramalkan tentang kebinasaan Yerusalem, kehancuran Yehuda, dan kebinasaan tuntas kerajaan itu. Ia telah lama menubuatkan tentang penawanan yang jauh ke negeri Babel … Namun, penyelidikannya tentang nubuatan-nubuatan yang tertulis dalam Kitab Suci telah menciptakan suatu keyakinan yang teguh di dalam hatinya bahwa Tuhan bermaksud memulihkan kepada anak-anak yang ditawan itu milik mereka yang sudah lama yakni Tanah Perjanjian.” (Prophets and Kings 469.1)

Jadi, sebenarnya pasal ini berbicara mengenai Allah yang menghukum umat-Nya karena dosa, tetapi sekaligus menjanjikan pemulihan. Hukuman itu digambarkan seperti luka yang parah, bahkan tampak mustahil untuk sembuh. Namun Tuhan sendiri yang berkata, “Akulah yang akan memulihkan engkau.” Inilah gambaran kasih Allah: Ia tidak membiarkan umat-Nya binasa, melainkan merancang jalan keluar dan pengharapan baru.

Pasal ini ditulis di tengah masa krisis besar bangsa Yehuda.

“Demikianlah gereja Allah terhibur di salah satu masa tergelap dalam perjuangannya yang panjang melawan kuasa jahat. Setan tampaknya telah menang dalam usahanya untuk menghancurkan Israel; tetapi Tuhan telah mengesampingkan peristiwa-peristiwa saat ini, dan selama tahun-tahun berikutnya, umat-Nya akan memiliki kesempatan untuk menebus apa yang hilang pada masa lalu. Pekabaran-Nya kepada gereja adalah:”

Prophets and Kings 474.2

“’… janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub … janganlah gentar, hai Israel! Sebab sesungguhnya, Aku menyelamatkan engkau dari tempat jauh dan keturunanmu dari negeri pembuangan mereka. Yakub akan kembali dan hidup tenang dan aman, dengan tidak ada yang mengejutkan. Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau … Aku akan mendatangkan kesembuhan bagimu, Aku akan mengobati luka-lukamu …’ Yeremia 30:10, 11, 17”

Prophets and Kings 474.3

Janji Tuhan adalah menyelamatkan, menyertai, menyembuhkan, dan mengobati. Dan berbicara mengenai menyertai, kita pasti teringat dengan Imanuel “… yang berarti: Allah menyertai kita.” (Matius 1:23)

Dari sini kita diingatkan bahwa Tuhan sangat mengasihi kita, Ia akan menyertai setiap langkah umat-Nya yang setia dan akan memberikan keselamatan bagi orang yang percaya dan setia kepada-Nya.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 5) – Rencana Tuhan Tidak Dapat Digagalkan

Tidak lama setelah Tuhan menguatkan Paulus, ancaman baru muncul. Alkitab mencatat bahwa lebih dari empat…

12 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 4) – Kuatkan Hatimu

Setelah perdebatan yang sengit di Mahkamah Agama, keadaan Paulus masih jauh dari aman. Ia ditolak…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 3) – Pengharapan Kebangkitan

Sebelum melanjutkan pembahasan kisah ini, kita sedikit membahas mengenai kebangkitan. “Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 2) – Hikmat di Tengah Tekanan

Setelah dihadapkan kepada Mahkamah Agama, Paulus mendapati dirinya berada di tengah situasi yang sangat sulit.…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 1) – Hati Nurani yang Bersih

Setelah ditangkap di Yerusalem, Paulus akhirnya dihadapkan kepada Mahkamah Agama Yahudi untuk memberikan pembelaan atas…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 6) – Menggunakan Hak dengan Bijaksana

Setelah orang banyak menolak kesaksian Paulus, kepala pasukan Romawi memerintahkan agar Paulus diperiksa dengan cambuk…

6 days ago