Renungan Kitab Yeremia

Perenungan Yeremia 28 – Nubuat

Pasal ini menceritakan pertentangan antara nabi Yeremia dengan Hananya, seorang nabi palsu. Hananya menyampaikan nubuat/pesan yang menyenangkan dan sangat diinginkan banyak orang, tetapi Yeremia nubuat/pesan yang tidak menyenangkan.

Apa nubuat dari Hananya dan Yeremia? Baca atau dengarkan kisah lengkapnya di pasal ini.

Lalu bagaimana mengetahui apakah nabi itu diutus Tuhan atau tidak?

Dan pada akhirnya, nubuat dari Yeremia tergenapi (baca ayat 15-17) dan ini membuktikan siapa yang benar-benar diutus Tuhan.

Jika pada zaman dulu ada nabi palsu, begitu juga dengan saat ini.

“Ada banyak nabi palsu akhir-akhir ini, yang bagi mereka dosa tidak tampak menjijikkan. Mereka mengeluh bahwa kedamaian umat manusia terganggu secara tidak perlu oleh teguran dan peringatan para utusan Allah. Sedangkan mereka, mereka meninabobokan jiwa orang berdosa ke dalam kenyamanan yang mematikan dengan ajaran mereka yang licin dan menipu. Demikian pula, Israel kuno terpesona oleh pesan-pesan sanjungan dari para imam yang korup. Ramalan mereka tentang kemakmuran lebih menyenangkan daripada pesan nabi sejati, yang menasihati pertobatan dan penyerahan diri.”

Testimonies for the Church, Vol. 4, 185.1

Hananya mewakili suara yang populer, mudah, dan menyenangkan telinga. Ia memberitakan apa yang orang ingin dengar: “Masalah akan selesai cepat, kesembuhan instan, kebebasan tanpa proses.” Pesannya meninabobokan orang dari tanggung jawab dan pertobatan.

Yeremia mewakili suara yang sulit, tidak populer, tetapi benar. Ia memberitakan realita: bahwa dosa memiliki konsekuensi, bahwa pemulihan membutuhkan proses, dan bahwa jalan keselamatan sering kali melalui ketaatan dalam penderitaan.

Oleh karena itu, jangan terbuai oleh suara yang menenangkan hati tetapi menyesatkan jiwa; tetaplah berpegang pada kebenaran Allah yang kekal.

Kebenaran itu seperti cahaya terang: kadang menyilaukan dan tidak nyaman bagi mata yang terbiasa gelap, tetapi hanya itulah satu-satunya jalan untuk melihat dengan jelas.

Firman Tuhan tidak selalu enak didengar, tetapi menuntun hati kepada pertobatan dan kehidupan.

Ingatlah! Lebih baik mendengar kebenaran yang pahit namun menyelamatkan, daripada kebohongan manis yang menjerumuskan.

Kiranya renungan hari ini boleh menguatkan dan memberkati kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 8 (Bagian 9) – Roh Kudus Menolong dalam Kelemahan Kita

“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus…

9 hours ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 8) – Menantikan Penebusan dengan Tekun

“Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga…

1 day ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 7) – Dua Pengkhotbah

Renungan hari ini panjang. Pastikan Anda menyediakan waktu khusus untuk membaca sedikit lebih lama dari…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 6) – Penderitaan Sekarang dan Kemuliaan yang Akan Datang

“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 5) – Anak-Anak Allah

“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 4) – Mematikan Perbuatan Daging

“Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan…

5 days ago