Renungan Kitab Yeremia

Perenungan Yeremia 22 – Menghabiskan Waktu untuk Kesenangan Pribadi

Hari ini saya tertarik membahas mengenai Yoyakim (baca ayat 13-19) khususnya ayat 13-17.

Ayat-ayat ini adalah teguran keras kepada Raja Yoyakim. Ia membangun istana dengan ketidakadilan, yaitu dengan memeras pekerja, menindas rakyat, hanya demi kemegahan dirinya.

Mari kita baca apa yang dicatat oleh pena inspirasi mengenai Yoyakim pada perikop ini.

“Tepat pada saat pekabaran-pekabaran malapetaka yang akan menimpa diserukan kepada para pangeran dan rakyat, raja mereka, Yoyakim, yang seharusnya menjadi pemimpin rohani yang bijaksana terutama dalam pengakuan dosa, pembaruan, dan perbuatan baik, justru menghabiskan waktunya untuk kesenangan pribadi. ‘Aku mau mendirikan istana yang besar lebar,’ katanya; dan rumah ini, ‘beratap kayu aras dan dicat dengan warna merah terang.’ (Yeremia 22:14), yang dibangun dengan uang dan tenaga kerja yang diperoleh melalui penipuan dan penindasan.”

Prophets and Kings 429.2

Tuhan menegur Yoyakim karena ia tidak mengikuti teladan ayahnya, Raja Yosia, yang hidup dalam keadilan dan membela orang sengasara dan miskin (ayat 15-16). Raja seharusnya menegakkan keadilan, bukan mengejar kemewahan.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga seperti Yoyakim? Apakah kita lebih sering menghabiskan waktu untuk kesenangan pribadi? Apakah kita sering menindas orang lain? Apakah uang yang kita miliki diperoleh dengan cara yang tidak jujur? Jika iya, maka bertobatlah! Jika kita sudah hidup benar, maka pertahankan itu dan tetaplah setia dan hidup benar di hadapan Tuhan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

 

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

14 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

6 days ago