Renungan Kitab Ulangan

Perenungan Ulangan 14 – Untuk Apa Tuhan Ciptakan Babi Kalau Tidak Dimakan?

Pasal ini mirip dengan Imamat 11, yaitu di dalamnya juga ada daftar hewan yang boleh dimakan (halal) dan yang tidak boleh dimakan (haram).

Salah satu yang haram adalah babi.

Ada orang berkata “Berarti kalau bukan babi hutan boleh dimakan?”

Ingat aturan haram dan halal itu bukan hanya nama-nama hewan yang tertulis, tetapi sesuai kriterianya. Jika ada babi yang berkuku belah dan memamah biak, boleh dimakan, tapi babi tidak memamah biak. Jadi, tidak sesuai kriteria.

Jika babi tidak boleh dimakan, lalu untuk apa?

“… Tuhan tidak pernah merancang babi untuk dimakan dalam keadaan apa pun. Babi bermanfaat. Di negeri yang subur, di mana banyak sekali pembusukan di tanah, yang dapat meracuni atmosfer, kawanan babi dibiarkan berkeliaran bebas, dan melahap zat-zat yang membusuk, yang merupakan cara untuk menjaga kesehatan. Hewan-hewan lain dilarang dimakan oleh orang Israel, karena bukan merupakan makanan terbaik.”

Spiritual Gifts, Vol. 4a 124.1

Jadi, Tuhan tidak menciptakan babi untuk dimakan. Mereka berguna untuk membersihkan lingkungan, tapi bukan untuk dikonsumsi.

Percayalah bahwa semua yang Tuhan perintahkan untuk kita hindari, maka kita harus hindari. Percayalah aturan Tuhan itu yang terbaik bagi kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 2) – Kuasa Tuhan yang Mengubahkan

Di hadapan Raja Agripa, Paulus mulai menceritakan kehidupannya sebelum bertobat. Ia menjelaskan bahwa dahulu ia…

24 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 26 (Bagian 1) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah berbagai tuduhan dan persidangan yang dialaminya, Paulus kini berdiri di hadapan Raja Agripa, Bernike,…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 6) – Kesempatan untuk Bersaksi

Setelah mendengar penjelasan Festus mengenai perkara Paulus, Raja Agripa berkata: “… ‘Aku ingin mendengar orang…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 5) – Yesus yang Hidup

Setelah Paulus naik banding kepada Kaisar, Raja Agripa dan Bernike datang mengunjungi Festus di Kaisarea.…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 4) – Tuhan Sudah Menyiapkan Jalannya

Ketika Paulus naik banding kepada Kaisar, Festus tidak memiliki pilihan selain mengirimnya ke Roma. Keputusan…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 3) – Memimpin Langkah Kita

Setelah mendengar tuduhan terhadap Paulus, Festus menghadapi sebuah dilema. Ia ingin menyenangkan orang-orang Yahudi, tetapi…

6 days ago