Pasal ini berbicara beberapa hal, yaitu mengenai penghapusan hutang, kemerdekaan budak, dan anak sulung. Saya tertarik dengan ayat 10-11.
“Engkau harus memberi kepadanya dengan limpahnya dan janganlah hatimu berdukacita, apabila engkau memberi kepadanya, sebab oleh karena hal itulah TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu dan dalam segala usahamu. Sebab orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu.”
Ulangan 15:10-11
Hari ini kita tidak membahas soal siapa yang boleh berhutang lalu bagaimana jika mereka tidak melunasi karena ada banyak orang yang berhutang bukan karena miskin dan kebutuhan, tetapi karena keinginan juga. Jadi kita perlu bijak-bijak. Tetapi terlepas dari itu, hari ini saya tertarik dengan 2 ayat tersebut. Pena inspirasi mencatat mengenai ini.
Jadi, orang yang murah hati tentu tidak akan kekurangan, tetapi akan diberkati oleh Tuhan. Mengapa? Karena itu adalah janji Tuhan.
“Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.”
Matius 5:7
“Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.”
Amsal 11:25
Kiranya renungan ini boleh menjadi berkat bagi kita semua.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin