Pasal ini menceritakan terjadinya sungut-sungut karena pembagian bantuan yang tidak merata, khususnya terhadap para janda. Masalah ini bukan sekadar soal logistik, tetapi berpotensi merusak kesatuan jemaat.
Para rasul tidak mengabaikan masalah ini, tetapi juga tidak meninggalkan panggilan utama mereka. Lalu apa solusinya?
“… pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu.”
Kisah Para Rasul 6:3
Jadi, dipilihlah tujuh orang yang penuh Roh dan hikmat untuk melayani kebutuhan tersebut. Menariknya, pelayanan yang terlihat “sederhana” ini justru dipercayakan kepada orang-orang yang rohani dan berkarakter.
“Di sini Tuhan memberi kita contoh tentang kehati-hatian yang harus ditunjukkan saat memilih orang-orang untuk melayani-Nya. Dalam hal ini, satu orang tidak dijadikan satu-satunya yang memikul beban tanggung jawab yang besar. Tujuh orang dipilih, dan mereka harus bersatu erat dalam pekerjaan mereka.”
The SDA Bible Commentary, Vol. 6, 1056.9
Tuhan tidak hanya melihat besar kecilnya tugas, tetapi siapa yang mengerjakannya.
Mari belajar setia di tempat kita masing-masing, sebab dari kesetiaan itulah Tuhan mempercayakan perkara yang lebih besar.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin