Renungan Kitab Kisah Para Rasul

Perenungan Kisah Para Rasul 5 – Kepura-puraan

Apakah mungkin seseorang terlihat rohani di luar, tetapi sebenarnya tidak jujur di hadapan Tuhan?

Pasal ini dibuka dengan kisah Ananias dan Safira—sebuah peringatan yang keras namun penting.

Ananias dan Safira menjual tanah mereka, tetapi dengan sengaja menahan sebagian dari hasilnya dan berpura-pura menyerahkan semuanya kepada para rasul. Petrus menegur mereka karena bukan sekadar berdusta kepada manusia, melainkan kepada Allah. Akibatnya, keduanya mati.

“Ananias dan Safira telah mendukakan Roh Kudus karena menyerah pada perasaan tamak.”

The Acts of the Apostles 72.1

Mereka memang tamak, tetapi mengapa mereka tetap berusaha memberi?

“Mereka melihat bahwa orang yang memberikan harta miliknya untuk mencukupi keperluan saudara-saudara yang lebih miskin, dihormati di antara orang-orang percaya … mereka mengambil keputusan untuk menjual harta mereka dan berpura-pura memberikan seluruh penghasilan … tetapi sebenarnya menyimpan sebagian besar untuk mereka sendiri. Dengan demikian mereka dapat menjamin penghidupan mereka … sekaligus mendapat penghormatan yang tinggi dari saudara-saudara mereka.”

The Acts of the Apostles 72.1

Mereka tidak memberi karena kasih, tetapi karena ingin terlihat rohani. Itulah sebabnya Alkitab dan pena inspirasi mengingatkan kita:

“Allah membenci kepura-puraan dan kepalsuan.”

The Acts of the Apostles 72.2

Dari sini kita belajar bahwa kehidupan rohani bukan tentang penampilan luar saja, tetapi tentang kejujuran di hadapan Allah. Lebih baik sederhana tetapi tulus, daripada terlihat baik tetapi penuh kepura-puraan.

Apa pun yang kita bawa kepada-Nya, biarlah itu datang dari hati yang jujur—bukan untuk dilihat manusia, tetapi untuk berkenan di hadapan-Nya.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

 

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 1 (Bagian 6) – Jangan Keraskan Hati

“Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran…

8 hours ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 5) – Ketika Hati Menjauh dari Allah

Roma 1:26–27 menunjukkan kepada kita akibat yang semakin jauh ketika manusia terus-menerus menolak Allah. Paulus…

1 day ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 4) – Menukar Kebenaran dengan Kebohongan

Setelah menjelaskan bagaimana manusia menolak Allah, Paulus menunjukkan akibat yang terjadi ketika manusia memilih untuk…

2 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 3) – Ketika Manusia Menolak Allah

Paulus kemudian membawa kita kepada sebuah kenyataan yang serius. “Sebab murka Allah nyata dari sorga…

3 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 2) – Tidak Malu terhadap Injil

Paulus melanjutkan suratnya kepada jemaat di Roma dengan mengungkapkan kerinduannya untuk mengunjungi mereka. Ia berkata,…

4 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 1) – Siapa Kita?

Paulus membuka suratnya kepada jemaat di Roma dengan memperkenalkan dirinya sebagai “… hamba Kristus Yesus,…

5 days ago