Kemarin kita telah melihat bagaimana tujuh orang dipilih untuk melayani. Dari antara mereka, Alkitab secara khusus menyoroti satu nama: Stefanus.
“Stefanus, yang terkemuka dari ketujuh diaken, adalah seorang yang sangat saleh dan beriman teguh.”
The Acts of the Apostles 97.1
Ia bukan hanya melayani dalam hal-hal praktis, tetapi juga dipakai Tuhan secara luar biasa.
“Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak.”
Kisah Para Rasul 6:8
Hal ini menunjukkan bahwa kesetiaan dalam tugas yang terlihat kecil tidak membatasi pekerjaan Tuhan dalam hidup seseorang. Justru melalui kesetiaan itu, Tuhan mempercayakan perkara yang lebih besar.
Namun, semakin besar pekerjaan Tuhan dinyatakan, semakin besar pula perlawanan yang muncul. Beberapa orang bangkit menentang Stefanus dan berdebat dengannya. Tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmat dan Roh yang berbicara melalui dia.
“Tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara.”
Kisah Para Rasul 6:10
Ketika kebenaran tidak bisa dilawan, sering kali dunia memilih jalan lain—memutarbalikkan fakta. Stefanus difitnah, dituduh, dan dibawa ke hadapan Mahkamah Agama.
Namun di tengah semua itu, respons Stefanus sangat berbeda. Ia tidak dipenuhi kemarahan atau ketakutan.
“Semua orang yang duduk dalam Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat mukanya sama seperti muka seorang malaikat.”
Kisah Para Rasul 6:15
Di saat tekanan meningkat, justru damai dan kemuliaan Tuhan terpancar dari hidupnya.
Bagaimana dengan kita?
Apakah kita tetap setia dan bersinar ketika menghadapi tekanan?
Ataukah kita mudah goyah saat kebenaran mulai ditentang?
Kesetiaan dalam hal kecil mempersiapkan kita untuk berdiri teguh dalam perkara besar. Dan ketika hidup kita dipenuhi Roh Kudus, tidak hanya perkataan kita yang menjadi kesaksian—tetapi seluruh hidup kita.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin