Renungan Kitab Kisah Para Rasul

Perenungan Kisah Para Rasul 24 (Bagian 5) – Jangan Menunda Panggilan Tuhan

Melanjutkan pembahasan kemarin. Ketika Paulus berbicara tentang kebenaran, penguasaan diri, dan penghakiman yang akan datang, hati Feliks terguncang.

Alkitab mencatat:

Feliks bukanlah orang yang menolak mendengarkan Paulus. Bahkan setelah peristiwa itu, ia beberapa kali memanggil Paulus untuk berbicara dengannya.

Masalahnya bukan karena Feliks tidak mendengar kebenaran. Masalahnya adalah ia tidak mengambil keputusan untuk mengikuti kebenaran yang telah didengarnya. Ketika Roh Kudus menyentuh hatinya, Feliks memilih menunda.

Betapa banyak orang melakukan hal yang sama.

Mereka tahu apa yang benar.
Mereka merasakan teguran Tuhan.
Mereka sadar ada sesuatu yang perlu diubah dalam hidup mereka.
Namun mereka berkata:
“Belum sekarang.”
“Nanti kalau keadaan lebih baik.”
“Nanti kalau saya sudah siap.”
“Nanti kalau ada waktu.”

Padahal Alkitab tidak pernah menjanjikan bahwa kesempatan itu akan selalu ada.

Setiap kali seseorang menunda respons terhadap suara Tuhan, hatinya berisiko menjadi semakin keras terhadap panggilan-Nya.

Firman Tuhan berkata:

Tuhan memanggil kita untuk merespons hari ini, bukan suatu hari nanti yang belum tentu datang.

“Satu-satunya alasan mengapa kita tidak menerima pengampunan atas dosa-dosa yang lalu adalah karena kita tidak bersedia merendahkan hati dan memenuhi syarat-syarat firman kebenaran.”

Steps to Christ 37.4

Tuhan tidak meminta kita menunggu sampai sempurna sebelum datang kepada-Nya. Dia hanya meminta kita merespons ketika Dia memanggil.

Feliks memiliki kesempatan yang berharga untuk menerima terang dari Tuhan. Sayangnya, Alkitab tidak pernah mencatat bahwa ia mengambil keputusan untuk bertobat.

Hari ini, marilah kita belajar dari kesalahannya.
Jika Tuhan sedang berbicara kepada hati kita, jangan menundanya.
Jika ada dosa yang perlu ditinggalkan, tinggalkanlah.
Jika ada langkah ketaatan yang perlu diambil, ambillah.
Jika ada keputusan untuk lebih sungguh-sungguh mengikuti Tuhan, buatlah hari ini.

Sebab waktu terbaik untuk merespons panggilan Tuhan bukanlah besok. Waktu terbaik adalah sekarang.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 5 (Bagian 16) – Kasih Karunia Membawa kepada Hidup

“Supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran…

8 minutes ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 15) – Hukum Taurat dan Kasih Karunia

“Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak,…

1 day ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 14) – Ketaatan Membawa Kehidupan

“Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula…

2 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 13) – Siapa yang Menguasai Hidup Kita?

“... maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran,…

3 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 12) – Karunia yang Jauh Lebih Besar

Kemarin kita sudah membahas Paulus membandingkan Adam dan Kristus. Melalui Adam, dosa masuk dan membawa…

4 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 11) – Melalui Satu Orang

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh…

5 days ago