Renungan Kitab Titus

Perenungan Titus 2 (Bagian 4) – Kasih Karunia

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa kehidupan orang percaya seharusnya menjadi teladan dan bahkan dapat “memuliakan ajaran Allah.” Namun, mungkin muncul pertanyaan: Bagaimana kita dapat menjalani kehidupan seperti itu? Apakah kita harus mengandalkan kekuatan kita sendiri?

Paulus memberikan jawabannya dalam ayat 11: “Karena kasih karunia Allah…”

Kasih karunia Allah adalah dasar dari kehidupan Kristen. Kita diselamatkan bukan karena kita sudah cukup baik, tetapi karena Allah lebih dahulu mengasihi dan menyelamatkan kita melalui Kristus. Namun, kasih karunia tidak berhenti pada pengampunan. Kasih karunia juga mendidik kita.

Paulus berkata bahwa kasih karunia Allah mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi, serta hidup bijaksana, adil, dan beribadah di dalam dunia sekarang ini (ayat 12).

Kasih karunia bukanlah alasan untuk terus hidup dalam dosa. Sebaliknya, kasih karunia memberi kita alasan dan kekuatan untuk meninggalkan dosa.

Ketika kita benar-benar memahami betapa besar kasih Tuhan kepada kita, hati kita akan terdorong untuk hidup benar sesuai kehendak-Nya.

Paulus kemudian mengarahkan pandangan kita kepada masa depan. Kita hidup sambil “menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus” (ayat 13).

Kasih karunia menolong kita hidup benar hari ini, sementara pengharapan akan kedatangan Kristus memberi kita kekuatan untuk tetap setia.

Ayat 14 mengatakan bahwa Kristus “telah menyerahkan diri-Nya bagi kita” untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan menguduskan kita bagi diri-Nya. Ini menunjukkan bahwa keselamatan bukan hanya tentang dibebaskan dari hukuman dosa, tetapi juga tentang menjadi umat yang hidup bagi Tuhan.

Karena itu, ketika kita merasa lemah dan sulit berubah, jangan hanya melihat kepada kemampuan diri sendiri. Pandanglah kepada kasih karunia Kristus. Dialah yang menyelamatkan, mendidik, menguatkan, dan mengubahkan kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 8 (Bagian 9) – Roh Kudus Menolong dalam Kelemahan Kita

“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus…

7 hours ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 8) – Menantikan Penebusan dengan Tekun

“Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga…

1 day ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 7) – Dua Pengkhotbah

Renungan hari ini panjang. Pastikan Anda menyediakan waktu khusus untuk membaca sedikit lebih lama dari…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 6) – Penderitaan Sekarang dan Kemuliaan yang Akan Datang

“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 5) – Anak-Anak Allah

“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 4) – Mematikan Perbuatan Daging

“Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan…

5 days ago