Renungan Kitab Titus

Perenungan Titus 2 (Bagian 5) – Beritakan, Nasihati, dan Tegorlah

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa kasih karunia Allah bukan hanya menyelamatkan, tetapi juga mendidik dan mengubahkan kita. Sekarang, Paulus menunjukkan bagaimana kebenaran itu harus disampaikan kepada orang lain.

Titus diberi tiga tugas: beritakan, nasihati, dan tegorlah. Ketiganya menunjukkan bahwa seorang pelayan Tuhan tidak dipanggil hanya untuk menyampaikan hal-hal yang menyenangkan, tetapi juga untuk menyampaikan kebenaran yang mungkin tidak selalu nyaman didengar.

Ada kalanya kita membutuhkan penghiburan. Ada kalanya kita membutuhkan nasihat. Dan ada kalanya kita perlu ditegur agar kembali ke jalan yang benar. Semua itu merupakan bagian dari pelayanan yang sehat.

Namun, menyampaikan kebenaran membutuhkan kasih dan keberanian. Kita tidak boleh menggunakan kebenaran untuk merendahkan orang lain atau menunjukkan bahwa kita lebih baik. Tujuannya bukan untuk memenangkan perdebatan, tetapi untuk menolong seseorang semakin dekat kepada Tuhan.

Paulus juga berkata, “Janganlah ada orang yang menganggap engkau rendah.” Titus harus menjalankan tanggung jawabnya dengan kesungguhan dan keberanian. Ia tidak boleh membiarkan rasa takut terhadap manusia membuatnya berhenti menyampaikan kebenaran.

Ini menjadi pelajaran penting bagi kita. Menyampaikan kebenaran tidak selalu membuat kita disukai. Tetapi jika kita melakukannya dengan kasih, kerendahan hati, dan kesetiaan kepada firman Tuhan, kita dapat menyerahkan hasilnya kepada Allah.

Titus 2 dimulai dengan panggilan untuk menyampaikan ajaran yang sehat dan berakhir dengan panggilan untuk memberitakan, menasihati, dan menegur.

Di antara keduanya, kita melihat bahwa ajaran yang sehat seharusnya menghasilkan kehidupan yang berubah.

Kiranya kita bukan hanya menjadi orang yang menerima kasih karunia, tetapi juga menjadi saluran kasih karunia bagi orang lain. Biarlah perkataan kita membawa kebenaran, nasihat kita membawa penguatan, dan teguran kita membawa pemulihan.

Selamat pagi, selamat Sabat, dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 5 (Bagian 14) – Ketaatan Membawa Kehidupan

“Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula…

19 hours ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 13) – Siapa yang Menguasai Hidup Kita?

“... maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran,…

2 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 12) – Karunia yang Jauh Lebih Besar

Kemarin kita sudah membahas Paulus membandingkan Adam dan Kristus. Melalui Adam, dosa masuk dan membawa…

3 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 11) – Melalui Satu Orang

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh…

4 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 10) – Dari Jauh Menjadi Dekat

“Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang…

5 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 9) – Kristus Mati bagi Orang Berdosa

“Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka... Akan tetapi Allah…

6 days ago