Renungan Kitab Titus

Perenungan Titus 3 (Bagian 2) – Jangan Lupa Siapa Kita Dahulu

Ayat 3 dimulai dengan kata “dahulu.” Paulus mengingatkan bahwa orang percaya juga pernah hidup dalam ketidaktaatan, tersesat, dikuasai berbagai keinginan, bahkan hidup dalam kebencian.

Dengan kata lain, tidak ada alasan bagi kita untuk memandang orang lain dengan kesombongan seolah-olah kita selalu benar.

“Ingatlah bahwa saudara-saudaramu adalah manusia yang dapat bersalah seperti dirimu sendiri, dan pandanglah kesalahan serta kekeliruan mereka dengan kemurahan hati dan kesabaran yang sama seperti yang engkau harapkan mereka tunjukkan kepadamu.”

Testimonies for the Church Vol. 5, 278.3

Ketika kita mengingat keadaan kita dahulu, kita akan lebih mudah berbelas kasihan kepada orang yang masih bergumul dengan dosa. Kita tidak membenarkan dosa, tetapi kita juga tidak boleh lupa bahwa kita sendiri pernah membutuhkan pengampunan dan pertolongan Tuhan.

Sering kali kita mudah melihat kesalahan orang lain, tetapi lupa pada perjalanan hidup kita sendiri. Kita mungkin sudah mengalami perubahan dalam beberapa hal, tetapi masih ada bagian kehidupan yang Tuhan sedang ubah.

Karena itu, mengingat masa lalu bukan untuk membuat kita terus hidup dalam rasa bersalah, melainkan untuk membuat kita rendah hati dan bersyukur atas kasih karunia Tuhan.

Jangan lupa siapa kita dahulu, agar kita tidak mudah menghakimi orang lain.

Kesadaran bahwa kita pernah tersesat seharusnya membuat kita lebih sabar terhadap orang lain. Ketika melihat seseorang masih bergumul, jangan buru-buru menghakimi. Mungkin Tuhan sedang bekerja dalam hidupnya, sama seperti Tuhan pernah bekerja dalam hidup kita.

Karena itu, marilah kita mengingat masa lalu bukan untuk membanggakan perubahan kita, tetapi untuk mengingat betapa besar kasih karunia yang telah menyelamatkan kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 3 (Bagian 5) – Salib: Keadilan dan Kasih Allah

Setelah menjelaskan bahwa semua orang telah berdosa dan hanya dapat dibenarkan oleh kasih karunia, Paulus…

15 hours ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 4) – Semua Membutuhkan Kasih Karunia

Setelah menjelaskan bahwa kebenaran Allah diterima melalui iman kepada Yesus Kristus, Paulus menunjukkan mengapa kasih…

2 days ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 3) – Bukan karena Kebaikan Kita

Setelah menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang benar dan semua manusia membutuhkan kasih karunia,…

3 days ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 2) – Tidak Ada Seorang Pun yang Benar

Setelah menjelaskan kesetiaan Allah, Paulus membawa kita melihat keadaan manusia. Ia berkata, “Tidak ada yang…

4 days ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 1) – Kesetiaan Allah di Tengah Ketidaksetiaan Manusia

Hari ini kita akan mulai dengan sebuah pertanyaan: “Apakah ada keuntungan menjadi umat Allah?”  Paulus…

5 days ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 5) – Ibadah yang Berasal dari Hati

Di bagian akhir Roma 2, Paulus membawa kita kepada sebuah pemahaman penting tentang identitas rohani.…

6 days ago