“Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, … Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya ….”
Titus 3:4–5
Paulus mengarahkan perhatian kita dari keadaan manusia kepada tindakan Allah. Ketika kita tidak berdaya menyelamatkan diri sendiri, Allah datang dengan kemurahan dan kasih-Nya. Ia menyelamatkan kita bukan karena kita telah melakukan banyak hal baik, tetapi karena rahmat-Nya.
Ini adalah dasar keselamatan yang sangat penting. Tidak ada pencapaian manusia yang dapat membuat kita layak menerima keselamatan. Kita tidak dapat membeli kasih Allah dengan kebaikan, pelayanan, atau usaha kita.
Hal ini seharusnya membuat kita rendah hati. Jika keselamatan kita adalah karena kasih karunia, maka kita tidak memiliki alasan untuk membanggakan diri di hadapan Tuhan ataupun merasa lebih baik daripada orang lain.
Namun, kasih karunia bukan berarti Allah membiarkan kita tetap seperti dahulu. Paulus melanjutkan bahwa Allah menyelamatkan kita melalui permandian kelahiran kembali dan pembaruan yang dikerjakan oleh Roh Kudus (ayat 5). Artinya, Allah bukan hanya mengampuni masa lalu kita, tetapi juga mulai memperbarui kehidupan kita.
Mungkin ada saat ketika kita merasa tidak cukup baik untuk datang kepada Tuhan. Kita melihat kegagalan, dosa, dan masa lalu kita, lalu berpikir bahwa kita harus memperbaiki diri terlebih dahulu sebelum datang kepada-Nya. Titus mengingatkan kita bahwa keselamatan dimulai bukan dari kebaikan kita, tetapi dari kemurahan Allah.
Karena itu, jangan menjauh dari Tuhan ketika menyadari kelemahan. Datanglah kepada-Nya. Bukan karena kita layak, tetapi karena Dia penuh rahmat.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin