Renungan Kitab Kisah Para Rasul

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 3) – Sesuai Kehendak Tuhan

Masih melanjutkan pembahasan kemarin mengenai pertemuan Saulus [sebelum berubah nama menjadi Paulus] dan Ananias, apa yang Ananias katakan kepada Saulus?

Ananias berkata, “… Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya.” (Kisah Para Rasul 22:14)

Kata-kata ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak hanya menyelamatkan Paulus, tetapi juga memiliki tujuan khusus bagi hidupnya.

Sebelum bertobat, Paulus memiliki rencana-rencananya sendiri. Ia berpikir bahwa ia sedang melayani Tuhan dengan menganiaya orang-orang percaya. Namun ternyata Tuhan memiliki rencana yang jauh lebih besar daripada yang pernah ia bayangkan.

Demikian juga dalam kehidupan kita. Sering kali kita memiliki rencana, impian, dan tujuan yang menurut kita baik. Namun Tuhan melihat lebih jauh daripada yang dapat kita lihat. Ia mengetahui potensi yang telah Ia tanamkan dalam diri kita dan tujuan yang telah Ia sediakan bagi hidup kita.

Paulus tidak lagi bertanya apa yang ia inginkan untuk hidupnya. Sebaliknya, ia mulai mencari apa yang Tuhan kehendaki baginya.

Inilah salah satu perubahan terbesar yang terjadi ketika seseorang sungguh-sungguh menyerahkan hidupnya kepada Kristus. Kita tidak lagi hidup untuk kehendak sendiri, tetapi untuk kehendak Tuhan.

“Allah menerima manusia apa adanya, dan mendidik mereka untuk pelayanan-Nya, jika mereka mau menyerahkan diri kepada-Nya.”

The Desire of Ages 251.1

Tuhan tidak menunggu Paulus menjadi sempurna sebelum memakainya. Tuhan memanggilnya, mengubahnya, lalu membentuknya menjadi alat yang berguna bagi pekerjaan-Nya.

Hari ini, mungkin kita merasa memiliki banyak kelemahan atau keterbatasan. Namun Tuhan tidak terutama mencari kemampuan yang luar biasa. Tuhan mencari hati yang bersedia dipimpin oleh-Nya.

Hidup yang paling berarti adalah hidup yang dijalani sesuai dengan kehendak Tuhan.

Kiranya setiap hari kita dapat berkata: “Tuhan, apa yang Engkau kehendaki untuk aku lakukan?”

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 5 (Bagian 2) – Damai dengan Allah

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa kita dibenarkan karena iman. Sekarang Paulus melanjutkan dengan menunjukkan…

3 hours ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 1) – Dibenarkan karena Iman

Setelah menjelaskan tentang iman Abraham dalam Roma 4, Paulus melanjutkan dengan sebuah kesimpulan penting dalam…

1 day ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 6) – Hidup oleh Iman kepada Kristus

Paulus sudah menjelaskan bahwa Abraham dibenarkan karena iman, bukan karena perbuatan. Ia percaya kepada janji…

2 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 5) – Iman yang Diperhitungkan sebagai Kebenaran

Pengalaman Abraham bukan hanya untuk dikenang sebagai kisah masa lalu. Apa yang terjadi pada Abraham…

3 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 4) – Beriman Ketika Tidak Ada Harapan

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa janji Allah diterima melalui iman. Sekarang Paulus menunjukkan seperti…

4 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 3) – Janji Diterima melalui Iman

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa Abraham menerima tanda sunat setelah ia dibenarkan melalui iman.…

5 days ago