Renungan Kitab Kisah Para Rasul

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 2) – Bersedia Dipakai Tuhan

Paulus memberikan satu kesaksian tentang seorang yang dipakai Tuhan untuk menolongnya pada masa yang sangat penting dalam hidupnya. Orang itu bernama Ananias.

Perlu dicatat bahwa Ananias yang dicatat di pasal ini bukan Ananias dan Safira.

Ananias bukan seorang rasul terkenal. Ia bukan pemimpin besar yang banyak disebut dalam Alkitab. Namun Tuhan memilihnya untuk menjalankan sebuah tugas yang istimewa, yaitu menemui Saulus, orang yang terkenal karena menganiaya orang-orang percaya.

Tuhan tidak mencari orang yang terkenal, tetapi orang yang bersedia.

Dari sudut pandang manusia, perintah itu tentu menakutkan. Saulus memiliki reputasi yang buruk di kalangan orang Kristen. Banyak orang mengenalnya sebagai musuh gereja. Namun Ananias memilih untuk taat.

Ia datang kepada Saulus, memanggilnya “saudara”, dan menyampaikan pesan yang Tuhan berikan kepadanya.

Melalui ketaatan Ananias, penglihatan Paulus dipulihkan, ia memahami panggilan Tuhan atas hidupnya, dan akhirnya dibaptis.

Mungkin Ananias tidak pernah membayangkan bahwa orang yang sedang ia layani kelak akan menjadi salah satu pemberita Injil terbesar dalam sejarah gereja. Tetapi itulah cara Tuhan bekerja.

Sering kali Tuhan tidak meminta kita melakukan sesuatu yang besar menurut ukuran manusia. Ia hanya meminta kita untuk taat pada tugas yang diberikan hari ini.

Kita mungkin tidak mengetahui dampak dari satu kata penghiburan, satu tindakan kasih, satu doa, atau satu pelayanan kecil yang kita lakukan. Namun Tuhan dapat memakai ketaatan sederhana untuk menghasilkan berkat yang jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.

Hari ini kita diingatkan bahwa Tuhan tidak hanya bekerja melalui tokoh-tokoh besar. Ia juga bekerja melalui orang-orang yang bersedia mendengar suara-Nya dan menaati perintah-Nya.

Ananias mungkin hanya muncul sebentar dalam catatan Alkitab, tetapi ketaatannya menjadi bagian penting dalam rencana Tuhan bagi Paulus.

Kiranya kita juga memiliki hati yang siap berkata, “Ya Tuhan, aku bersedia,” ketika Tuhan memanggil kita untuk melayani.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 6 (Bagian 7) – Pengudusan

“... Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan ...…

28 minutes ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 6) – Merdeka untuk Taat

“Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya,…

1 day ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 5) – Jangan Biarkan Dosa Berkuasa

“Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan…

2 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 4) – Hidup bagi Allah dalam Kristus

“Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan…

3 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 3) – Manusia Lama Sudah Disalibkan

“Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang…

4 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 2) – Dikuburkan dan Dibangkitkan Bersama Kristus

“Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti…

5 days ago