Renungan Kitab Kisah Para Rasul

Perenungan Kisah Para Rasul 14 (Bagian 2) – Jangan Mencuri Kemuliaan Tuhan

Setelah meninggalkan Ikonium, Paulus dan Barnabas tiba di Listra. Di sana mereka bertemu dengan seorang lumpuh sejak lahir yang belum pernah berjalan.

Ketika Paulus melihat bahwa orang itu percaya kepada Tuhan, ia berkata dengan suara nyaring:

Dan saat itu juga orang lumpuh itu melonjak berdiri dan mulai berjalan.

Mukjizat itu membuat orang banyak takjub. Mereka bahkan menganggap Barnabas sebagai Zeus dan Paulus sebagai Hermes. Orang-orang mulai membawa korban persembahan karena ingin menyembah mereka seperti dewa.

Namun respons Paulus dan Barnabas sangat berbeda dari apa yang mungkin dicari banyak manusia.

Alkitab mencatat bahwa mereka mengoyakkan pakaian mereka dan berkata:

“Ketika seorang pria yang selalu lumpuh disembuhkan, orang-orang yang menyembah berhala hendak mempersembahkan kurban kepada murid-murid. Paulus merasa sedih, dan mengatakan kepada mereka bahwa ia dan rekan kerjanya hanyalah manusia dan bahwa hanya Allah yang menciptakan langit dan bumi, laut, dan segala sesuatu yang ada di dalamnya, yang harus disembah. Demikianlah Paulus meninggikan Allah di hadapan orang banyak ….”

Early Writings 203.1

Paulus dan Barnabas menolak menerima kemuliaan yang bukan milik mereka. Mereka sadar bahwa semua kuasa dan mukjizat berasal dari Tuhan, bukan dari diri mereka sendiri.

Hari ini kita diingatkan bahwa memang pada dasarnya, manusia senang dipuji dan dihormati. Ketika berhasil, kita mudah merasa hebat. Ketika dipakai Tuhan, kita bisa mulai mencari pengakuan manusia.

Padahal semua yang kita miliki—kemampuan, kesempatan, bahkan keberhasilan—adalah anugerah Tuhan.

Paulus dan Barnabas mengajarkan bahwa pelayan Tuhan sejati tidak mencari kemuliaan bagi dirinya sendiri, tetapi mengarahkan semua hormat kepada Tuhan.

Marilah kita belajar rendah hati dan mengembalikan segala kemuliaan hanya kepada Tuhan. Sebab tanpa Tuhan, kita tidak dapat melakukan apa-apa.

Selamat pagi, selamat Sabat, dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 3) – Memimpin Langkah Kita

Setelah mendengar tuduhan terhadap Paulus, Festus menghadapi sebuah dilema. Ia ingin menyenangkan orang-orang Yahudi, tetapi…

10 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 2) – Tetap Teguh di Tengah Tuduhan

Setelah Festus tiba di Kaisarea, ia memerintahkan agar Paulus dihadapkan kembali ke pengadilan. Orang-orang Yahudi…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 25 (Bagian 1) – Perlindungan Tuhan

Setelah Festus menggantikan Feliks sebagai gubernur, para imam kepala dan pemimpin Yahudi segera mengajukan tuntutan…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 24 (Bagian 6) – Mendengar, Tetapi Tidak Melakukan

Setelah pertemuannya dengan Paulus, Feliks tidak langsung membebaskan ataupun menghukum Paulus. Sebaliknya, ia beberapa kali…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 24 (Bagian 5) – Jangan Menunda Panggilan Tuhan

Melanjutkan pembahasan kemarin. Ketika Paulus berbicara tentang kebenaran, penguasaan diri, dan penghakiman yang akan datang,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 24 (Bagian 4) – Janganlah Mengeraskan Hati

Setelah beberapa waktu, gubernur Feliks memanggil Paulus untuk mendengarkan lebih lanjut tentang iman kepada Kristus.…

5 days ago